Harga Cabai Merah & Tarif Listrik Turun, Deflasi Sumsel Tembus 0,41% di Februari 2025!

fhoto : ist

Deflasi Sumsel Capai 0,41% di Februari 2025, TPID Sukses Kendalikan Harga Pangan

Palembang, bidiksumsel.com – Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada Februari 2025 mencatat deflasi sebesar 0,41% (mtm). Angka ini lebih dalam dibandingkan dengan bulan Januari yang mencatat deflasi sebesar 0,36% (mtm).

Meskipun mengalami deflasi, capaian ini masih lebih rendah dibandingkan dengan deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,48% (mtm). Sementara secara tahunan, inflasi Sumsel tercatat sebesar 0,49% (yoy), lebih tinggi dibandingkan nasional yang mengalami deflasi sebesar 0,09% (yoy). Senin, 3 Februari 2025.

Faktor Penyebab Deflasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, penurunan harga pada beberapa komoditas menjadi faktor utama terjadinya deflasi di bulan Februari. Komoditas yang memberikan andil besar terhadap deflasi antara lain:

– Tarif Listrik : 0,53% (mtm)
– Cabai Merah : 0,10% (mtm)
– Daging Ayam Ras : 0,10% (mtm)
– Tomat : 0,07% (mtm)
– Bawang Merah : 0,04% (mtm)

Penurunan tarif listrik sejalan dengan kebijakan diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga dengan daya di bawah 2.200 VA hingga Februari 2025. Sementara itu, penurunan harga cabai merah, tomat, dan bawang merah dipengaruhi oleh peningkatan pasokan di pasar.

Adapun harga daging ayam ras turun karena adanya normalisasi permintaan pasca Imlek.

Peran Aktif TPID dalam Pengendalian Inflasi

Inflasi yang terkendali di Sumatera Selatan tidak lepas dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang konsisten menerapkan strategi 4K :

– Ketersediaan Pasokan
– Keterjangkauan Harga
– Kelancaran Distribusi
– Komunikasi yang Efektif

TPID Sumsel secara rutin menggelar operasi pasar murah di berbagai daerah guna menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, TPID juga aktif melakukan inspeksi pasar dan pemantauan stok pangan, termasuk minyak goreng bersubsidi MinyaKita.

Sinergi Bank Indonesia dan Pemerintah

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumsel (GPISS).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel.

Harapan ke Depan

Dengan berbagai langkah strategis yang telah dilakukan, diharapkan inflasi di Sumatera Selatan tetap berada dalam kisaran target yang ditetapkan pada tahun 2025. TPID dan Bank Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan komunikasi dan koordinasi guna menjaga stabilitas harga di tengah tantangan ekonomi global. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *