Polda Sumsel Gelar Uji Kesamaptaan Jasmani untuk Seleksi Sespimmen Polri Dikreg ke-65
Palembang, bidiksumsel.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar kegiatan penting dalam rangka menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Menengah (Sespimmen) Polri.
Dalam rangkaian proses seleksi yang berlangsung pada Senin, 19 Agustus 2024, di Lapangan Atletik Jaka Baring Sport City, Palembang, sebanyak 20 peserta yang terdiri dari 14 pria dan 6 wanita diuji kemampuan fisiknya melalui Uji Kesamaptaan Jasmani (UKJ). Kegiatan ini menjadi bagian dari seleksi untuk Dikreg ke-65 Sespimmen Polri Tahun Anggaran 2025.
Dalam seleksi ini, para peserta harus melewati serangkaian tes fisik yang dirancang untuk mengukur kebugaran dan kesiapan fisik mereka dalam menjalani pendidikan lebih lanjut. Tes yang dilaksanakan meliputi lari selama 12 menit, pull up, sit up, push up, dan shuttle run.
Setiap tes memiliki tantangan tersendiri dan dirancang untuk mengevaluasi berbagai aspek kebugaran, seperti daya tahan, kekuatan, kecepatan, dan kelincahan.
Lari 12 menit, misalnya, menjadi salah satu indikator utama dalam menilai daya tahan kardiovaskular para peserta. Tes ini mengukur seberapa jauh peserta bisa berlari dalam waktu yang ditentukan, yang kemudian diinterpretasikan sebagai tingkat kebugaran kardiovaskular mereka.
Di sisi lain, pull up dan push up digunakan untuk mengevaluasi kekuatan otot tubuh bagian atas, sementara sit up mengukur kekuatan otot perut dan core stability. Shuttle run, yang mengharuskan peserta berlari bolak-balik dengan kecepatan tinggi, digunakan untuk menguji kelincahan dan kecepatan.
Dalam menjalankan seleksi ini, Polda Sumsel menekankan pentingnya integritas dan transparansi. Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, SIK, MSi, melalui Kabag Watpers, AKBP Fachruddin Jaya, SIK, memastikan bahwa seluruh proses penilaian dan ujian dilakukan secara terbuka dan adil.
“Sistem penilaian dan sistem ujian semuanya sudah transparan, semuanya terbuka. Satu penguji mengawasi satu peserta. Tidak ada akal-akalan atau rekayasa,” tegas AKBP Fachruddin Jaya, SIK.
Pernyataan ini menekankan bahwa setiap peserta diperlakukan sama, tanpa ada ruang untuk manipulasi atau kecurangan. Sistem pengawasan yang ketat diterapkan untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses seleksi berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Pengawasan dilakukan tidak hanya oleh tim penguji, tetapi juga oleh Tim Pengawas Internal Itwasda dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumsel.
AKBP Fachruddin Jaya, SIK, lebih lanjut menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan tes ini. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan oleh Tim Internal merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa proses seleksi berjalan dengan jujur dan adil.
“Selain itu, Tim Pengawas Internal Itwasda dan Bidpropam Polda Sumsel juga memastikan proses seleksi berjalan dengan integritas tinggi,” ujar Fachruddin.
Kehadiran Tim Pengawas Internal ini menunjukkan komitmen Polda Sumsel untuk menjaga standar tinggi dalam setiap tahap seleksi, mengingat pentingnya peran Sespimmen dalam pembentukan pimpinan Polri masa depan.
Seleksi ini bukan hanya tentang memilih kandidat terbaik, tetapi juga tentang memastikan bahwa mereka yang terpilih adalah individu-individu yang benar-benar layak dan mampu menjalankan tugas dengan integritas tinggi.
Selain peserta dan tim penguji, kegiatan Uji Kesamaptaan Jasmani ini juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Polda Sumsel. Mereka yang hadir termasuk Karo SDM Polda Sumsel, Kombes Pol Sudrajad Hariwibowo, SIK, MSi; Dirsamapta Kombes Pol Rendra Salipu, SIK, MSi; serta Kabag Dalpers, AKBP Sarpani, SIK.
Kehadiran para petinggi ini menunjukkan dukungan penuh Polda Sumsel terhadap proses seleksi yang berlangsung, serta komitmen untuk terus menjaga kualitas dalam pembentukan calon pimpinan Polri.
Sespimmen Polri merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting dalam struktur kepemimpinan Polri. Program ini dirancang untuk mempersiapkan perwira menengah Polri agar memiliki kapasitas kepemimpinan yang mumpuni, baik dalam aspek manajerial maupun operasional.
Oleh karena itu, seleksi untuk mengikuti Sespimmen menjadi proses yang sangat selektif, dengan menekankan pada kemampuan fisik, mental, serta integritas.
Proses seleksi yang ketat seperti yang dilakukan oleh Polda Sumsel ini memastikan bahwa hanya kandidat terbaik yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan ini. Hal ini sangat penting mengingat tanggung jawab yang akan diemban oleh para lulusan Sespimmen dalam menjalankan tugas kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.
Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin yang kompeten, tetapi juga menjadi teladan dalam hal integritas dan profesionalisme.
Dengan berjalannya proses seleksi yang transparan dan adil, diharapkan Polda Sumsel dapat mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti pendidikan di Sespimmen Polri Dikreg ke-65. Para peserta yang lolos seleksi diharapkan dapat menempuh pendidikan dengan baik, sehingga dapat kembali mengabdi kepada masyarakat dengan membawa perubahan positif di lingkungan Polri.
Proses seleksi ini juga mencerminkan upaya Polri dalam membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki integritas dan dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, Polri dapat terus meningkatkan kepercayaan publik melalui kepemimpinan yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab. (dkd)












