Jamaah Haji Polda Sumsel Diberangkatkan : Memahami Hikmah dan Manfaat Ibadah Haji

fhoto : ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol A.Rachmad Wibowo,Sik, yang diwakili oleh Dirbinmas Polda Sumsel Kombes Pol Sofyan Hidayat, SIK, MM, bersama dengan Kabag Watpers Ro SDM Polda Sumsel AKBP Fachruddin Jaya, SIK, secara resmi melepas jamaah haji Polda Sumsel sebanyak 59 personel Polda Sumsel dan jajarannya. Acara pelepasan ini diselenggarakan di Masjid Assaadah Mapolda Sumsel, Jalan Jenderal Sudirman KM 4, Palembang, pada Selasa (07/05/2024).

Dalam sambutannya, Kombes Pol Sofyan Hidayat, SIK, MM, mengucapkan selamat kepada jamaah calon haji Polda Sumsel dan jajarannya yang terdiri dari 13 Pamen, 15 Pama, 19 Bintara, dan 12 ASN yang resmi diberangkatkan untuk menunaikan ibadah haji.

“Saya mengucapkan selamat berangkat dan pulang kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” ucap Sofyan yang diamini secara serentak oleh jamaah yang hadir.

Lebih lanjut, Kombes Pol Sofyan Hidayat menjelaskan bahwa undang-undang nomor 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya pada jamaah haji agar dapat menunaikan ibadah sesuai ajaran agama Islam.

“Kepada calon haji, saya berpesan agar menjalankan ibadah dengan ikhlas, maksimal, istiqamah, dan selalu berserah diri kepada Allah. Jaga kesehatan, karena kesehatan menjadi modal utama dalam menunaikan setiap prosesi ibadah haji, terutama mengingat cuaca di Arab Saudi yang cenderung berbeda dengan di Indonesia,” jelasnya sambil menceritakan pengalamannya dan kesan dalam menunaikan ibadah haji pada tahun sebelumnya.

Kombes Pol Sofyan Hidayat, SIK, MM, juga mengingatkan jamaah untuk mendoakan diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan bangsa Indonesia agar dapat keluar dari persoalan-persoalan yang dihadapi. Doa yang dipanjatkan direspon dengan gemuruh ucapan “aamiin” dari jamaah dan hadirin.

Sementara itu, dalam sambutannya, perwakilan calon jamaah haji, AKBP M. Fijar Muslim, didampingi oleh Wadir Pam Obvit Polda Sumsel AKBP Raden Bobby Ariaprakasa, SIK, MM, dan Kapolres Musi Rawas AKBP Andi Supriadi, SH, SIK, MH, mengucapkan permohonan maaf kepada semua yang hadir mewakili 59 jamaah lainnya.

“Kami memohon dimaafkan apabila selama melaksanakan tugas mungkin ada kesalahan dan khilaf selama bergaul sehari-hari. Dengan maaf dan doa kami, semoga dapat melaksanakan ibadah dengan lancar dan mendapat predikat haji yang mabrur,” ucap perwakilan dari calon jamaah haji, AKBP M. Fijar Muslim.

Dalam ceramahnya, Ustad Ahmad Syukri, SPd, mengatakan bahwa hikmah haji dapat diartikan sebagai manfaat yang diperoleh atas sesuatu. Hikmah haji ini merupakan dampak langsung yang timbul pada diri manusia setelah memenuhi panggilan Allah SWT untuk melaksanakan kedua ibadah penting tersebut.

“Allah menjanjikan bahwa orang yang mengerjakan haji dan umrah akan mendapatkan banyak hikmah dan manfaat,” jelasnya.

Ibadah penting yang memberikan hikmah haji ini termasuk dalam kewajiban umat Islam yang berpahala. Dalam Alquran surat Ali Imran ayat 97, Allah SWT berfirman:

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari alam semesta,” ucapnya.

Hikmah haji meliputi peningkatan ketaatan pada praktik Islam secara global seperti doa dan puasa, peningkatan kepercayaan pada perdamaian, kesetaraan, serta keharmonisan antar pemeluk agama yang berbeda, dan juga hikmah mendapatkan surga sebagai pahala bagi orang yang menjalankan haji dengan baik.

Jawaban atas panggilan Allah SWT untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah berarti bahwa seseorang telah menjawab panggilan dari Allah SWT dan telah menjadi tamu di tanah suci. Inilah hikmah haji dan umrah yang utama. Allah SWT memanggil mereka, dan mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan diberi.

Selain itu, hikmah haji dan umrah juga meliputi pengampunan dosa. Apabila seseorang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang sangat luar biasa dan menjadi hikmah ibadah haji yang sangat baik, mengingat manusia adalah tempatnya khilaf dan dosa.

Dalam sebuah hadis, dari Abu Hurairah RA, beliau berkata:

“Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga’.”

Hikmah haji dan umrah juga termasuk mendapat pahala yang besar bagi orang yang menjalankan seluruh amalan ibadah haji dengan baik. Pahala tersebut bahkan akan terasa hingga orang tersebut pulang ke negaranya masing-masing, dan ini telah dijanjikan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.”

Hikmah haji dan umrah juga menguatkan iman secara tidak langsung dengan mengumpulkan umat Islam dari seluruh pelosok dunia. Umat Islam ini berasal dari berbagai bangsa, warna kulit, dan bahasa. Hal ini menunjukkan kebenaran Alquran dan diharapkan menjadi penguat iman karena langsung melihat bukti dari Allah SWT di tanah suci.

Dalam Alquran surat Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal..dan bekal haji yang paling baik adalah iman dan Taqwa.” (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *