OI, bidiksumsel.com – Dalam rangka Dies Natalis yang ke 63, Universitas Sriwijaya (UNSRI) menggelar festival layang-layang aduan dan layang-layang hias yang langsung dibuka oleh Rektor Unsri H. Anis Saggaf MSCE IPU ASEAN Eng APEC Eng.
Acara tersebut di selenggarakan di taman Firdaus Unsri Indralaya. Senin, (11/09/2023).
Rektor Unsri, Anis Saggaf mengatakan, Festival layang-layang ini merupakan olahraga otak yang instan dan menguji saraf motorik, bukan saja acara hiburan semata. Namun juga merangsang aktivitas fisik dengan mendekatkan diri dengan alam.
ia juga mengatakan, di dalam pendidikan selama ini mengurus 3 bidang, yakni bidang pendidikan atau pengajaran, riser kemudian pengabdian masyarakat (tri dharma), sebenarnya ada satu lagi kewajiban universitas lalah memberikan kesejahteraan baik berupa materil maupun non materil.
“Non materil itu salah satunya adalah lingkungan kerja yang bagus, bersih, nyaman, kemudian ada sarana tempat berkreasi, rekreasi,” katanya.
Tapi intinya itu adalah kesejahteraan untuk warga Unsri, yakni dosen, mahasiswa dan karyawan beserta masyarakat sekitar. Kenapa masyarakat sekitar,? Karena unsri itu harus memiliki lokal wisdom.
“Di akhir jabatan saya ini saya hidupkan lagi Rektor Cup, bertujuan untuk memberikan refreshing kepada keluarga besar Universitas dalam bentuk olahraga, lomba serta senang-senang supaya otaknya segar,” ujarnya.
Tujuan lomba layang-layang sengaja kita buat, karena menurut saya sebagai pengagum dan sangat panatik dengan layang layang sejak dari kecil dulu adalah olahraga yang semuanya dapat.
“Saat kita keluar berjemur matahari baik pagi maupun sore, saat ini sangat dianjurkan karena sekarang banyak yang sakit tulang karena kurang matahari, mudah mudahan kita hidupkan lagi sebagai salah satu cabang olahraga,” paparnya.
Kemudian saat mengejar layangan lebih daripada olahraga yakni lari dan ada motivasinya sehingga tidak terasa capeknya, Terus secara brain sebenarnya layangan itu memancing supaya otak kreatif baik dari seni maupun dari pertandingan.
Kalau dari seni bagaimana mengkreasi layang layang itu jadi bagus, enak dipandang semua orang suka yang sekarang disebut dengan kreativitas mahasiswa kreatif, termasuk dalam pertandingan bagaimana kita menang itu tidak mudah.
“Jadi ada permainan otak kita bisa membaca bagaimana tali itu Kalau kena punya orang kita bisa menang yang disebut strategi,” pungkasnya. (dkd)












