Film “Pelangi di Mars” Diserbu Penonton di Palembang, Roadshow Cast Bikin Bioskop Makin Ramai

bidiksumsel.com/bd

Palembang, bidiksumsel.com – Antusiasme penonton terhadap film keluarga Pelangi di Mars terlihat begitu tinggi di CGV Social Market (Soma) saat momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Bioskop dipenuhi keluarga dan anak-anak yang ingin menyaksikan film petualangan tersebut sekaligus bertemu langsung dengan para pembuat film dalam rangkaian roadshow keliling Sumatera.

Kegiatan roadshow ini digelar oleh Mahakarya Pictures, yang membawa para pemain dan kru film ke sejumlah kota besar di Pulau Sumatera. Kehadiran para tim film menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton, khususnya anak-anak yang ingin bertemu langsung dengan karakter favorit mereka.

Dalam rangka memperkenalkan film kepada masyarakat luas, tim Pelangi di Mars mengunjungi beberapa kota di Sumatera. Rangkaian kegiatan tersebut dimulai di Cinepolis Plaza Medan Fair, kemudian berlanjut ke SKA Pekanbaru XXI, dilanjutkan ke Plaza Andalas XXI, dan berakhir di CGV Social Market (Soma).

Kehadiran para cast dan kru di setiap kota memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan pengalaman berbeda, tidak hanya menonton film, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pembuatnya.

Di Palembang, suasana semakin meriah ketika para pemeran dan kru hadir menyapa penonton pada Senin (23/3/2026) malam.

Dalam kegiatan roadshow di Palembang, sejumlah pemeran dan kru film hadir langsung di tengah-tengah penonton. Di antaranya Messi Gusti yang memerankan karakter Pelangi, Bimo Kusumo atau yang dikenal sebagai Bimoky, serta Vanya Rivani.

Turut hadir pula produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava, yang memberikan penjelasan langsung mengenai proses kreatif di balik film tersebut.

Kehadiran para tokoh di balik film ini membuat suasana bioskop semakin hidup. Anak-anak tampak antusias menyapa, berfoto bersama, serta mendengarkan cerita inspiratif dari para pembuat film.

Saat bertemu dengan penonton di CGV Soma, produser Dendi Reynando mengungkapkan latar belakang ide pembuatan film Pelangi di Mars. Ia mengaku memiliki kegemaran mengajak anak menonton bioskop maupun mengunjungi toko mainan, namun merasa belum banyak karakter anak asli Indonesia yang bisa menjadi pilihan.

Menurutnya, keresahan tersebut menjadi motivasi untuk menciptakan karya yang dapat menghadirkan karakter anak Indonesia yang inspiratif dan membangkitkan semangat bermimpi.

Ia menuturkan bahwa saat sutradara Upie Guava membawa ide untuk membuat film yang mendorong anak-anak Indonesia berani bermimpi, dirinya langsung yakin bahwa proyek tersebut merupakan langkah yang tepat.

“Antusiasme anak-anak terlihat jelas selama pemutaran film. Tawa dan rasa kagum mereka mewarnai suasana bioskop. Usai menonton, banyak anak mengidolakan karakter robot yang menemani Pelangi dalam petualangannya di Mars, seperti Kimchi yang lucu, Batik yang setia, hingga Sulil yang pemberani,” ujar Dendi Reynando.

Dalam kesempatan yang sama, pengisi suara karakter Batik, Bimo Kusumo, turut menyampaikan pesan moral kepada anak-anak Indonesia yang hadir dalam acara tersebut.

Ia menekankan pentingnya nilai persahabatan dan kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana karakter Batik yang selalu setia menemani Pelangi dalam petualangannya.

“Seperti Batik yang selalu menjaga Pelangi, ini sebagai contoh agar teman-teman di sini juga selalu setia kawan dan menjaga sahabat-sahabat kalian,” ujarnya singkat.

Pesan tersebut disambut hangat oleh anak-anak yang hadir, yang tampak antusias mendengarkan serta mengabadikan momen bersama para cast film.

Momen libur Lebaran menjadi waktu yang tepat bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, termasuk menonton film di bioskop. Kehadiran film keluarga seperti Pelangi di Mars dinilai memberikan alternatif hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukatif bagi anak-anak.

Tingginya jumlah penonton di Palembang menunjukkan bahwa film keluarga lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat.

Roadshow yang digelar di berbagai kota di Sumatera ini juga menjadi bukti bahwa karya film anak Indonesia mampu menarik perhatian publik, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun industri film anak yang lebih kuat di masa mendatang. (bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *