Palembang, bidiksumsel.com – Walikota Palembang H. Ratu Dewa, S.H., M.Si. kembali mencuri perhatian publik dengan langkah inspiratifnya. Di pekan pertama November 2025, orang nomor satu di Kota Pempek ini meninggalkan mobil dinasnya dan memilih menggunakan Teman Bus, salah satu moda transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) untuk menghadiri kegiatan resmi di The Zuri Hotel Palembang.
Dengan mengenakan seragam dinas berwarna cokelat khas ASN, Ratu Dewa tampak santai dan berbaur dengan penumpang lain. Ia memulai perjalanan dari halte Tanjung Pisang, tak jauh dari kediamannya, dan menggunakan Teman Bus menuju lokasi kegiatannya. Aksi sederhana ini menjadi simbol nyata dukungan Pemerintah Kota Palembang terhadap Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum (GNKAU).
“Ini bukan hanya soal aturan, tetapi tentang perubahan perilaku menuju kota yang lebih tertib, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Ratu Dewa di sela perjalanannya sambil tersenyum ramah kepada penumpang lain.
Langkah Walikota Ratu Dewa sejalan dengan kebijakan resmi Pemkot Palembang yang mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan transportasi umum setiap hari Selasa di minggu pertama tiap bulan. Kebijakan ini diatur melalui Surat Edaran Walikota Palembang sebagai bentuk komitmen terhadap upaya pengurangan kemacetan, penurunan emisi karbon, dan pembentukan budaya transportasi publik di kalangan masyarakat.
Ratu Dewa menegaskan bahwa ASN harus menjadi role model dalam membangun kebiasaan positif di tengah masyarakat. “Kita ingin masyarakat melihat bahwa angkutan umum seperti LRT, Teman Bus, dan Feeder Bus sudah nyaman dan layak digunakan sehari-hari. ASN harus menjadi pelopor,” tegasnya.
Dalam perjalanan yang berlangsung sekitar 30 menit, Ratu Dewa tidak sekadar menjadi penumpang biasa. Ia aktif berinteraksi dengan warga, menanyakan langsung pengalaman mereka menggunakan Teman Bus. Beberapa penumpang tampak antusias dan terkejut melihat Walikota berada di tengah mereka tanpa pengawalan berlebihan.
Langkah simbolis ini dianggap sebagai bentuk kepemimpinan partisipatif di mana seorang pemimpin turun langsung merasakan fasilitas publik yang digunakan warganya. “Kami senang sekali bisa satu bus dengan Pak Wali. Beliau ramah dan mendengarkan keluhan kami tentang jadwal dan rute bus,” ungkap Rini (34), seorang pegawai swasta yang turut berada di bus tersebut.
Pemerintah Kota Palembang tengah gencar mendorong konsep smart mobility melalui optimalisasi sistem transportasi publik berbasis digital. Keberadaan Teman Bus, LRT, dan layanan Feeder Bus menjadi bagian penting dari upaya menciptakan kota rendah emisi dan ramah lingkungan.
Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum juga diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi. Dengan meningkatnya jumlah pengguna angkutan umum, kota dapat mengurangi kepadatan lalu lintas dan menurunkan tingkat polusi udara yang cukup tinggi di beberapa ruas jalan utama Palembang.
Selain itu, kebijakan ini juga berdampak positif pada efisiensi energi dan peningkatan kualitas udara kota, sejalan dengan visi Palembang sebagai kota hijau dan berkelanjutan. (rd)












