Palembang, bidiksumsel.com – Suasana Festival Olahraga Nasional (FORNAS) Korpri ke-17 di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (11/10/2025), berlangsung semarak dan penuh canda tawa. Salah satu momen paling menarik perhatian adalah pertandingan persahabatan bulu tangkis antara Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional sekaligus Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, melawan Wali Kota Palembang.
Pertandingan ini bukan sekadar adu smash dan teknik, tetapi juga simbol kebersamaan antara pejabat pusat dan daerah dalam membangun semangat sportivitas dan solidaritas ASN di seluruh Indonesia.
Dalam laga yang digelar di sela-sela agenda silaturahmi peserta FORNAS, aksi rally panjang dan adu smash cepat sempat memicu sorak sorai penonton. Atmosfer lapangan dipenuhi semangat persahabatan yang hangat, diselingi tawa dan teriakan dukungan dari sesama anggota Korpri yang hadir.
Usai pertandingan, Prof. Zudan mengaku kagum dengan kemampuan lawannya yang menurutnya memiliki stamina dan teknik bermain yang kuat.
“Permainan Wali Kota Palembang sangat hebat, bagus, kuat,” ujar Prof. Zudan sambil tersenyum kepada awak media.
Ia memuji kesigapan sang Wali Kota yang terus memberikan perlawanan sengit di setiap reli panjang. “Smash-nya susah ditebak, langkahnya cepat, ini lawan yang tangguh,” tambahnya dengan nada santai.
Meski pertandingan berlangsung dengan penuh keakraban, tak sedikit penonton yang menyaksikan bagaimana Ketua Umum Korpri Nasional tampak harus bekerja keras untuk menandingi pukulan keras sang Wali Kota.
Suasana semakin cair ketika Prof. Zudan berkelakar mengenai “persaingan” antara pemerintah pusat dan daerah yang seolah terbawa hingga ke arena bulu tangkis.
“Saya bilangin, Pak Wali, jangan ngelawan pusat, harus ngalah. Kalau enggak mau ngalah, transfer daerahnya dikurangi,” katanya disambut gelak tawa penonton.
“Tapi ternyata enggak ngaruh juga, tetap aja kita dikalahin. Hebat memang Pak Wali,” tambahnya, membuat suasana semakin meriah.
Candaan itu menjadi momen ringan yang mencerminkan hubungan harmonis antara pejabat pusat dan daerah dalam bingkai persaudaraan ASN di seluruh Indonesia.
Meski pertandingan digelar dengan penuh tawa dan senda gurau, Prof. Zudan menegaskan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan motivasi bagi ASN muda di seluruh Indonesia.
“Ini cuma silaturahmi, eksebisi, happy-happy. Yang penting ngasih semangat ke yang muda-muda agar tidak mudah menyerah, terus latihan, dan jangan gampang putus asa,” ujarnya.
Menurutnya, FORNAS KORPRI bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga wahana untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi serta mempererat solidaritas aparatur sipil negara dari Sabang sampai Merauke.
Pertandingan persahabatan itu sendiri berakhir imbang. Tidak ada pemenang atau yang kalah secara resmi, karena sejak awal keduanya sepakat menjadikan laga ini sebagai simbol kebersamaan dan sportivitas ASN.
“Yang pasti enggak ada yang menang, enggak ada yang kalah,” ujar Prof. Zudan, sambil menyalami Wali Kota Palembang dengan senyum lebar.
Momen saling memberi hormat di akhir pertandingan menjadi penutup yang hangat, menandai bahwa semangat kebersamaan jauh lebih penting daripada hasil pertandingan.
FORNAS KORPRI ke-17 yang digelar di Palembang tahun ini memang menghadirkan nuansa berbeda. Selain diikuti ribuan ASN dari berbagai provinsi di Indonesia, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat identitas ASN sebagai pelayan publik yang sehat, tangguh, dan berintegritas.
Kegiatan olahraga yang diinisiasi oleh Korpri Nasional ini meliputi berbagai cabang seperti futsal, tenis meja, voli, badminton, dan lari, serta diwarnai kegiatan budaya dan hiburan.
Bagi Palembang, ajang nasional ini sekaligus memperkuat citra sebagai kota olahraga (sport city) yang sukses menjadi tuan rumah berbagai event besar nasional dan internasional. (rd)












