Musibah Kebakaran Palembang, Bantuan Kwarcab & TP PKK Jadi Penopang Harapan

ist

Tangis dan Harapan di Balik Reruntuhan : Ka Kwarcab Palembang Datang Bawa Penguatan

Palembang, bidiksumsel.com – Di antara sisa-sisa rumah yang hangus dilalap api, warga Kelurahan 3–4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, dan Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, mencoba tetap tegar meski duka jelas terlihat. Kamis (2/10/2025), suasana haru sedikit terobati dengan kehadiran Ketua Kwartir Cabang (Ka Kwarcab) Palembang, Putri Azizah Prima Salam.

Dengan wajah penuh empati, Putri Azizah mendekati satu per satu warga yang kehilangan rumah mereka. Tangisan pecah ketika seorang ibu menceritakan bahwa hanya pakaian di badan yang berhasil ia selamatkan. Sementara anak-anak tampak menggenggam erat tangan orang tua mereka, seakan masih terjebak dalam trauma menyaksikan rumah habis dilalap api.

Dalam kunjungannya, Putri Azizah yang juga Staf Ahli TP PKK Palembang menyerahkan berbagai bantuan. Dari beras, air mineral, mie instan, gandum, hingga kebutuhan pokok lain, semuanya dibagikan kepada warga terdampak. Namun, lebih dari sekadar barang, kepedulian dan telinga yang mau mendengar justru menjadi obat paling berharga bagi warga.

“Bantuan ini kita berikan pada hari ini, semoga bisa memberi manfaat. Mohon diterima dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Putri Azizah dengan suara bergetar.

Ia menegaskan, kebakaran bukan hanya soal kehilangan harta benda. Luka batin yang ditinggalkan bisa jauh lebih berat.

“Saya ingin warga tahu, mereka tidak sendirian. Kami hadir bersama mereka, memberi penguatan, dan akan berupaya membantu meringankan beban,” tambahnya.

Tak sekadar memberi bantuan, Ka Kwarcab menyempatkan duduk berbaur dengan warga. Dengan sabar ia mendengarkan cerita mereka, sembari menenangkan dengan pesan penuh makna.

“InsyaAllah selalu ada jalan keluar. Kita akan bergotong royong membangkitkan semangat warga yang tertimpa musibah,” katanya sambil menggenggam tangan salah satu korban.

Suasana haru menyelimuti kunjungan itu. Beberapa warga yang sebelumnya hanya diam dalam kesedihan, perlahan tampak lebih kuat. Kehadiran pemimpin muda yang mau mendengar dan menyapa secara langsung, seakan menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian menanggung duka.

Musibah kebakaran di dua titik padat Palembang ini telah merenggut banyak hal. Rumah, harta benda, bahkan rasa aman. Namun, kepedulian dari berbagai pihak, termasuk Kwarcab Palembang dan TP PKK, menyalakan kembali secercah harapan.

Bagi warga, gotong royong bukan sekadar slogan. Di balik puing-puing rumah yang hangus, semangat kebersamaan kembali menjadi kekuatan terbesar untuk bangkit. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *