Peduli Kaum Dhuafa, Bhayangkari Cabang Palembang Gelar Baksos Besar-Besaran!

fhoto : Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang, Ny. Wenny Harryo dan Pengurus Bhayangkari cabang Kota Besar Palembang, membagikan beras, minyak goreng serta tali asih kepada tukang becak, gojek, pemulung dan masyarakat disekitar di Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami Palembang, pada Kamis (7/8/2025) pagi/(bidiksumsel.com/Bd)

Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang Gelar Baksos di Kampung Pemulung, Sasar Tukang Becak hingga Ojek Online

Palembang, bidiksumsel.com – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73, Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) bertajuk Bhayangkari Peduli. Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kepedulian di wilayah Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (7/8/2025) pagi.

Dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang, Ny. Wenny Harryo, aksi kemanusiaan tersebut menyasar masyarakat dari kalangan ekonomi lemah seperti tukang becak, pemulung, ojek online, hingga warga sekitar yang membutuhkan.

Turut hadir mendampingi dalam kegiatan ini, Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang Ny. Tena Aditya, jajaran pengurus Bhayangkari lainnya, serta aparat kepolisian setempat yang dipimpin oleh Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan.

Bantuan yang Diberikan : Sembako dan Tali Asih

Dalam kegiatan tersebut, Bhayangkari Palembang membagikan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, serta tali asih sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi tantangan ekonomi.

“Kami hari ini membagikan sembako dalam rangka bakti sosial Bhayangkari Peduli. Di antaranya beras, minyak goreng, dan tali asih kepada masyarakat sekitar Jalan Talang Kedondong, Kelurahan Sukodadi,” ungkap Ny. Wenny Harryo saat diwawancarai usai acara.

Menurut Ny. Wenny, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian aksi sosial yang selalu menjadi komitmen Bhayangkari dalam memperingati HKGB setiap tahunnya. “Bakti sosial seperti ini tidak hanya untuk memperingati HKGB, tapi juga sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Kunjungi Kampung Pemulung : Haru dan Doa Mengalir

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam kegiatan ini adalah saat rombongan Bhayangkari mengunjungi kawasan yang dikenal sebagai kampung pemulung. Di lokasi tersebut, para ibu Bhayangkari membagikan bantuan langsung ke tangan warga, menyapa mereka, dan berbincang ringan dalam suasana akrab.

“Harapan kami, dengan bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang kesulitan ekonomi. Kami tahu nilainya mungkin tidak seberapa, tapi kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” tutur Ny. Wenny penuh empati.

Warga yang menerima bantuan tampak haru dan menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan tidak menyangka akan dikunjungi langsung. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan kami sehari-hari,” ujar Pak Ujang, seorang tukang becak yang menjadi salah satu penerima bantuan.

Pesan Sosial : Bhayangkari Tidak Hanya Mendampingi, Tapi Juga Beraksi

Kegiatan ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Bhayangkari bukan hanya organisasi istri anggota Polri yang mendampingi suami, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam bidang sosial kemasyarakatan. Kepedulian mereka tidak berhenti pada lingkup internal, tapi juga menjangkau masyarakat luas.

“Kami ingin terus menjadi bagian dari solusi atas persoalan-persoalan sosial. Lewat kegiatan seperti ini, kami mengajak semua pihak untuk terus saling bantu, terutama dalam kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” tutup Ny. Tena Aditya, Wakil Ketua Bhayangkari.

Aksi Nyata yang Menyentuh

Aksi Bhayangkari Cabang Kota Besar Palembang ini bukan yang pertama dan diyakini bukan yang terakhir. Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi ini aktif melakukan berbagai kegiatan sosial seperti pembagian masker, penggalangan dana bencana, dan pendampingan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak.

Dengan mengangkat semangat kesetiakawanan sosial, Bhayangkari menunjukkan bahwa organisasi perempuan juga bisa mengambil peran besar dalam meringankan beban masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya, tapi bisa dimulai dari empati dan aksi kecil yang konsisten. (Bd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *