Palembang, bidiksumsel.com – Dunia kuliner Kota Palembang mendapat angin segar dengan resmi dilantiknya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kota Palembang periode 2025–2030. Acara pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Palembang dan mengusung tema “Menguatkan Sinergi dan Profesionalisme untuk Penyediaan Makanan Bergizi bagi Masyarakat Kota Palembang.”
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, hadir langsung dalam acara tersebut bersama Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa APJI Palembang bukan hanya sekadar organisasi profesi, melainkan mitra penting pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, mengembangkan sektor kuliner, dan memberdayakan UMKM.
“APJI Palembang diharapkan mampu berkolaborasi dengan organisasi perempuan seperti Dharma Wanita maupun PKK. Selain itu, saya ingin APJI dapat menjangkau dunia kampus dengan program go to campus. Dengan begitu, mahasiswa bisa memperoleh pengalaman nyata sekaligus mendukung ketahanan pangan di kota kita,” ujar Ratu Dewa.
Kolaborasi untuk Gizi dan Pelestarian Kuliner Lokal
Ketua DPD APJI Sumatera Selatan, Hj Sholeha, S.Sos, bersama Ketua DPC APJI Kota Palembang, Hj Elli Marlina, menegaskan pentingnya sinergi APJI dengan Pemkot Palembang. Menurutnya, APJI berkomitmen bukan hanya pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga pelestarian kuliner khas daerah.
“Anak-anak muda sekarang cenderung lebih tertarik pada jajanan luar negeri. Melalui program go to campus, APJI ingin memperkenalkan kembali makanan lokal Palembang kepada generasi muda. Kuliner khas daerah harus menjadi kebanggaan bersama, bukan hanya sekadar nostalgia,” tegas Sholeha.
APJI juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam pencegahan stunting, khususnya pada anak usia dini dan PAUD. Melalui kerja sama dengan PKK dan Dharma Wanita, organisasi ini mendorong lahirnya UMKM baru berbasis kuliner khas Palembang dengan manajemen yang profesional.
125 Anggota Aktif, 200 dalam Pembinaan
Hingga kini, DPC APJI Kota Palembang telah memiliki 125 anggota aktif. Selain itu, ada sekitar 200 calon anggota yang sedang dalam proses pembinaan. Sholeha menegaskan bahwa legalitas usaha menjadi syarat utama bagi anggota APJI.
“Kalau ada yang belum memiliki sertifikasi halal atau izin laik higienis, tetap bisa bergabung sebagai binaan. Namun mereka harus melalui proses pembinaan sampai benar-benar siap. Legalitas itu penting karena kualitas makanan sangat sensitif,” jelasnya.
Dari 65 tim APJI yang ada, sudah 23 tim bergabung dalam program dapur makanan bergizi pemerintah pusat. Sementara itu, 26 tim lainnya masih dalam tahap verifikasi. Secara keseluruhan, APJI Sumsel telah melatih sekitar 600 tim katering agar memahami standar pengelolaan dapur profesional.
Turun ke Lapangan dan Jaga Profesionalisme
Sholeha juga mengungkapkan bahwa APJI aktif turun langsung ke lapangan untuk memantau kualitas dapur para anggotanya. Mulai dari pemilihan bahan berkualitas, tata kelola produksi, hingga strategi pemasaran selalu mendapat perhatian khusus.
“Setelah mereka lolos verifikasi, tanggung jawab moral tetap ada di kami. Saya pribadi masih turun ke daerah-daerah untuk memastikan anggota bekerja profesional, menjaga kualitas makanan, dan amanah menjalankan usahanya,” ungkap Sholeha.
Dukungan Multipihak
Ke depan, Pemkot Palembang berencana memperkuat kolaborasi dengan APJI dalam berbagai program, mulai dari ketahanan pangan, pencegahan stunting, hingga pemberdayaan UMKM. Sinergi ini akan melibatkan organisasi perempuan seperti PKK dan Dharma Wanita, sehingga manfaatnya bisa dirasakan hingga lapisan masyarakat terbawah.
Dengan dukungan multipihak, APJI optimistis dapat memberi kontribusi nyata: menghadirkan makanan bergizi, melestarikan kuliner lokal, sekaligus mencetak wirausahawan kuliner baru yang profesional di Kota Palembang. (dkd)












