OKU  

Kolaborasi Unik! PJS OKU dan BMS Hidupkan Kembali Gairah Balap Motor Sumsel

fhoto : ist

OKU, bidiksumsel.com – Deru mesin, aroma bensin, dan sorak penonton biasanya jadi latar dari dunia balap motor. Namun kali ini, ada yang berbeda. Di balik sorotan spotlight ajang balap motor Piala Kapolres OKU 2025, ada nama-nama yang biasanya mengisi rubrik berita jurnalis. Ya, para anggota DPC Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Kabupaten OKU kini tak hanya memegang pena, tetapi juga memegang kendali logistik dan teknis di lintasan.

Bekerja sama dengan klub otomotif resmi Babe Motor Sport (BMS) yang berada di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Selatan, event yang akan digelar pada 12–13 Juli 2025 ini bukanlah event balap biasa. Ini adalah kisah kolaborasi, transformasi, dan pembuktian bahwa ketika dua dunia bertemu media dan motorsport hasilnya bisa luar biasa.

Konferensi pers yang digelar pada Rabu, 9 Juli 2025, menegaskan betapa solidnya sinergi antara BMS dan DPC PJS OKU. Diwakili oleh Sekretaris DPC PJS OKU, Maret Syahrial, terungkap bahwa Agus Maulana, sang Ketua DPC PJS OKU, bukanlah orang baru dalam dunia balap.

“Sebelum jadi jurnalis, beliau adalah orang teknik, orang sirkuit. Beliau punya Lisensi T dari IMI pusat dan pernah jadi scrutineering di ajang resmi nasional,” jelas Maret dengan bangga.

Maret mengaku bahwa ajang balap ini menjadi semacam kelas lapangan bagi para anggota PJS. “Dari mulai perizinan, layout sirkuit, koordinasi keamanan, hingga distribusi logistik di hari H, semua kami urus sendiri. Ini pengalaman mahal yang tak bisa digantikan,” tambahnya.

Ketika Babe dan PJS OKU Bertemu

Sosok Cecep Saparuddin, atau akrab disapa Babe, adalah salah satu tokoh otomotif Sumsel yang paling menghormati peran jurnalis dalam dunia balap.

“Kalau nggak ada PJS OKU, mungkin event ini gagal digelar. Kami kekurangan tenaga teknis. Tapi mereka hadir, bukan cuma bantu mereka menyelamatkan,” ucap Babe dengan tegas.

Ia mengenal Agus Maulana sejak 2010, ketika keduanya aktif di IMI Bengkulu. “Saya tahu beliau bukan jurnalis yang cuma pegang mic dan kamera. Dia paham titik start, tahu jalur safety, bisa baca regulasi balap. Jadi ketika beliau bawa jurnalis ke dunia racing, saya percaya mereka akan sanggup,” ungkapnya.

Event ini juga menjadi Putaran II Kejurprov Balap Motor IMI Sumsel, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-79. Event ini akan digelar di Sirkuit Non Permanen (NP) GOR Baturaja, lokasi yang telah melewati tahap Track Inspection (TI) dari IMI Sumsel.

Akan ada kelas pemula, senior, dan kategori lokal yang mempertemukan pembalap-pembalap muda terbaik dari OKU dan sekitarnya. Tak lupa, event ini turut mendongkrak UMKM lokal melalui stan kuliner dan bazar.

“Kami ingin Baturaja punya identitas baru: kota balap motor Sumatera Selatan,” ujar Maret Syahrial.

Bagi banyak anggota PJS OKU, event ini membuka cakrawala baru. Beberapa bahkan baru pertama kali mendengar istilah “bendera kuning, paddock, atau grid start”. Tapi dalam waktu singkat, mereka menyerap ilmu langsung dari praktisi, teknisi, dan pembalap.

“Ini bukan sekadar nulis berita. Kami belajar langsung di medan. Rasanya luar biasa,” ucap salah satu anggota PJS sambil tertawa.

Tidak berhenti di sini, DPC PJS OKU berencana menjadikan event ini sebagai agenda tahunan, bahkan menjalin kerja sama dengan lebih banyak komunitas otomotif untuk memperbesar cakupan.

“Kami sudah mencatat seluruh evaluasi teknis, kekurangan, dan potensi pengembangan. Tahun depan, kami ingin lebih banyak kelas, lebih luas cakupan peserta, dan lebih hidup suasana komunitasnya,” ujar panitia bidang teknis.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa profesi apapun bisa saling menyokong. Wartawan bisa jadi penggerak even otomotif, dan komunitas otomotif pun bisa belajar banyak dari dunia media.

“Kami tidak hanya hadir untuk meliput. Kali ini kami menjadi bagian dari sejarah. Kami jurnalis yang belajar berteriak di paddock, bukan cuma dari tribun,” tutup Maret. (am)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *