Optik Sriwijaya : Kacamata Lintas Generasi yang Tak Lekang oleh Zaman
Palembang, bidiksumsel.com – Di antara hiruk-pikuk kota Palembang dan maraknya toko optik modern yang menjual gaya lewat kemewahan, ada satu tempat yang tetap tenang namun setia berdiri : Optik Sriwijaya. Berlokasi strategis di seberang Terminal Sako, kawasan Perumnas Sako, toko ini telah menjadi bagian dari kehidupan warga sejak tahun 1995.
Selama hampir 30 tahun, toko yang akrab disebut Kacamata Sriwijaya ini membuktikan bahwa kepercayaan dan pelayanan adalah kunci utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, bahkan lintas generasi. Selasa, 22 Juli 2025.
Bukan Sekadar Toko, Tapi Tempat Pulang
Banyak pelanggan yang datang ke Optik Sriwijaya bukan hanya untuk membeli kacamata, tapi juga untuk mengenang masa lalu. “Saya dulu dibelikan kacamata pertama di sini waktu masih SD,” cerita Rini, seorang ibu muda yang datang bersama anaknya yang kini mulai memakai kacamata juga.
Cerita Rini bukanlah satu-satunya. Banyak pelanggan yang telah melewati masa remaja, menjadi orang tua, lalu datang kembali bersama anak-anak mereka. Toko ini menjadi saksi bisu pertumbuhan keluarga, dari masa ke masa.
Dari Uda Andi, Untuk Semua Kalangan
Naswandi, atau yang akrab disapa Uda Andi, adalah pemilik sekaligus wajah hangat di balik Optik Sriwijaya. Lelaki berdarah Minang asal Pariaman dan Pesisir Selatan ini mengusung filosofi sederhana namun kuat : “Kami ingin semua kalangan bisa melihat dunia dengan lebih baik tanpa harus membayar mahal.”
Dengan harga mulai dari Rp150 ribuan, pelanggan sudah bisa mendapatkan kacamata berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Koleksinya lengkap, mulai dari kacamata baca, lensa minus, softlens, hingga bingkai trendi yang digemari kaum muda.
Tetap Klasik, Tapi Melek Zaman
Meski bangunannya tak semegah optik modern, Optik Sriwijaya tak pernah tertinggal dari perkembangan zaman. Model bingkai terus diperbarui, mengikuti tren anak muda. Ada yang bergaya klasik, minimalis, hingga frame warna-warni yang cocok untuk pelajar dan pekerja kreatif.
Namun, satu hal yang tak berubah adalah komitmen pelayanan yang personal. “Kami lebih banyak melayani dengan hati. Mungkin itu yang bikin pelanggan betah dan balik lagi,” tutur Uda Andi sambil tersenyum.
Melayani Lebih dari Sekadar Jualan
Di tengah dominasi belanja online dan toko-toko besar yang mengandalkan sistem digital, Optik Sriwijaya memilih untuk tetap hadir secara offline. Mereka percaya bahwa pengalaman tatap muka dan konsultasi langsung adalah nilai yang tidak tergantikan oleh teknologi.
“Kami bukan sekadar menjual kacamata. Kadang pelanggan datang hanya untuk tanya-tanya, atau sekadar ngobrol. Itu yang bikin kami semangat terus buka,” ujar Uda Andi.
Simbol Konsistensi di Tengah Perubahan
Bagi warga Perumnas Sako dan sekitarnya, Optik Sriwijaya bukan hanya toko kacamata. Ia adalah simbol konsistensi dan kejujuran dalam bisnis. Banyak pelaku usaha bisa viral dan sukses dalam semalam, tapi tidak banyak yang bisa bertahan hampir tiga dekade dengan prinsip sederhana : layani dengan hati, jujur soal harga, dan jangan lupa menyapa pelanggan.
Keberadaan Optik Sriwijaya menjadi bukti bahwa kepercayaan pelanggan dibangun bukan lewat iklan mahal, tapi dari cerita-cerita sederhana yang diwariskan dari mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.
Di tengah era digital yang memudahkan semua hal menjadi instan, Optik Sriwijaya hadir sebagai oase yang mengingatkan kita tentang pentingnya hubungan manusiawi dalam berbisnis. Toko ini adalah cermin dari dedikasi jangka panjang, bahwa pelayanan dengan hati tak akan pernah usang.
Bagi Anda yang berada di Palembang dan ingin melihat dunia lebih jelas secara harfiah maupun emosional, Optik Sriwijaya mungkin bukan sekadar toko, tapi rumah kedua yang menyambut Anda dengan hangat, seperti dulu waktu kecil. (oh)













