PMI Palembang Gandeng Kecamatan Alang-Alang Lebar Tingkatkan Partisipasi Donor Darah
Palembang, bidiksumsel.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang terus memperkuat langkah kemanusiaannya dengan menggandeng berbagai pihak lintas sektor. Terbaru, PMI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kecamatan Alang-Alang Lebar dalam upaya meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan donor darah rutin.
Penandatanganan kerja sama ini dilakukan pada Senin (21/7/2025), sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan minimnya stok darah di Kota Palembang. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, yang menyatakan dukungan penuhnya terhadap sinergi kemanusiaan ini.
“Kita butuh sekitar 5.000 hingga 7.000 kantong darah per bulan, sementara PMI baru bisa mengumpulkan 3.000 sampai 4.000 kantong. Artinya masih ada kekurangan 40–50 persen. Ini jelas mengkhawatirkan, karena pasien dari berbagai jenis kasus sangat bergantung pada darah yang tersedia,” ujar Dewi dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa kekurangan tersebut kerap kali menyebabkan kekosongan stok di rumah sakit maupun klinik. Pasien yang menjalani operasi, transfusi rutin, cuci darah, penderita anemia berat, hingga talasemia, semuanya sangat membutuhkan darah dalam kondisi darurat.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi menyampaikan bahwa target pengumpulan darah dalam kegiatan kolaboratif ini adalah 100 kantong darah, yang akan langsung diproses oleh PMI untuk memastikan keamanannya sebelum didistribusikan kepada pasien.
Kecamatan Alang-Alang Lebar Hidupkan Kembali Semangat Donor Darah
Camat Alang-Alang Lebar, Sariyansyah Ismail, menyambut antusias kerja sama tersebut dan mengakui bahwa kegiatan donor darah sempat mengalami kevakuman selama satu tahun terakhir. Namun dengan adanya MoU bersama PMI, semangat gotong royong dan kepedulian sosial mulai kembali tumbuh di wilayahnya.
“Hari ini, semua elemen masyarakat ikut serta mulai dari pegawai kecamatan, ketua RT/RW, hingga para pendonor aktif. Kami targetkan 100 kantong hari ini, dan kami harap kegiatan seperti ini bisa diadakan rutin setiap dua bulan,” ungkap Sariyansyah.
Ia juga menuturkan bahwa pihaknya telah memanfaatkan teknologi komunikasi untuk merespons cepat kebutuhan darah, terutama dalam kasus darurat. “Kami tergabung dalam grup WhatsApp PMI khusus untuk Kecamatan Alang-Alang Lebar. Di situ kami bisa langsung tahu jika ada permintaan mendesak untuk golongan darah tertentu. Kami bisa segera berkoordinasi untuk mencari pendonor,” ujarnya.
Ajak Kecamatan Lain Lakukan Hal Serupa
Dari kegiatan ini, PMI Kota Palembang menaruh harapan besar agar inisiatif tersebut bisa dicontoh oleh kecamatan-kecamatan lainnya. Dengan begitu, jaringan solidaritas sosial akan semakin luas, dan kebutuhan darah yang tinggi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh camat, lurah, bahkan instansi-instansi pemerintah lain untuk melakukan kegiatan serupa. Ini bukan hanya soal donor darah, tapi juga soal membangun solidaritas dan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujar Dewi menegaskan.
Sinergi lintas sektor seperti ini diharapkan menjadi gerakan nasional yang mampu menciptakan sistem penyediaan darah yang lebih stabil, andal, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (dkd)












