Sapi Satu Ton dari GEKRAFS, Prima Salam : Ini Bukti Ekonomi Kreatif Peduli Rakyat

fhoto : ist

Satu Ton Kepedulian dari GEKRAFS, Prima Salam : “Ekonomi Kreatif Adalah Kekuatan Palembang”

Palembang, bidiksumsel.com – Sabtu pagi yang semarak di Lorong Khotib, Kelurahan 14 Ilir, Palembang, menjadi saksi nyata sinergi antara pemerintah dan komunitas pelaku ekonomi kreatif. Dalam suasana Idul Adha 1446 H, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kota Palembang menyerahkan satu ekor sapi simental seberat 1 ton sebagai hewan kurban, yang disambut hangat oleh warga dan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam.

Namun, lebih dari sekadar ritual tahunan, momen ini membawa pesan yang kuat : bahwa ekonomi kreatif dan UMKM bukan hanya tentang bisnis, tetapi juga tentang kepedulian dan gotong royong.

“Ini bukan sekadar penyerahan hewan kurban. Ini bagian dari semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap warga,” ujar Prima Salam, disambut tepuk tangan dari warga yang memadati lokasi acara.

Dalam pidatonya, Prima Salam menegaskan bahwa pelaku ekonomi kreatif seperti GEKRAFS memiliki peran penting dalam mendukung visi misi Pemerintah Kota Palembang, terutama dalam aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

“Pelaku ekonomi kreatif seperti GEKRAFS adalah motor penting pembangunan yang sejalan dengan visi Pemkot, khususnya penguatan sektor UMKM,” katanya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kesuksesan pelaku usaha kecil akan berdampak luas pada masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan kesejahteraan.

“Kalau usaha mereka lancar, usahanya berkah, maka akan banyak orang yang ikut merasakan manfaatnya. Lapangan kerja terbuka, daya beli naik, dan kesejahteraan ikut meningkat,” jelasnya.

Ketua DPC GEKRAFS Palembang, Ahsanul Amali, menyampaikan bahwa penyerahan sapi kurban ini merupakan bagian dari komitmen GEKRAFS untuk tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku kreatif, tetapi juga agen perubahan sosial.

“Kami berharap ini menjadi awal dari sinergi yang lebih besar dengan Pemkot Palembang, agar pelaku ekonomi kreatif bisa terus mendukung program-program pembangunan,” ungkapnya.

Menurut Ahsanul, komunitas GEKRAFS ingin menunjukkan bahwa kreativitas juga bisa diwujudkan dalam bentuk kontribusi sosial. Daging sapi kurban tersebut rencananya akan dibagikan kepada warga sekitar Lorong Khotib dan sekitarnya.

Kehadiran Wakil Wali Kota dan penyerahan hewan kurban dari GEKRAFS disambut antusias oleh warga. Mereka menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan.

Salah satu warga, ibu Nuraini (49), mengaku terharu dengan aksi tersebut.

“Biasanya yang berkurban itu dari pejabat atau tokoh masyarakat. Ini komunitas pelaku usaha kreatif yang justru terjun langsung. Kami bangga dan bersyukur,” ujarnya.

Acara juga diselingi dengan doa bersama dan tausiyah singkat dari tokoh agama setempat, menambah nuansa spiritual dan kebersamaan di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan.

Dalam pernyataan penutupnya, Prima Salam kembali menekankan bahwa ekonomi kerakyatan hanya akan berhasil jika ada sinergi yang erat antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. GEKRAFS, katanya, telah menunjukkan contoh konkret bagaimana kolaborasi bisa dimulai dari aksi sederhana, namun bermakna besar.

“Momentum ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekonomi kerakyatan. Ini bukti bahwa kerja bersama selalu menghasilkan kebaikan yang lebih luas,” ucapnya.

Langkah GEKRAFS dan dukungan Pemkot Palembang menunjukkan arah pembangunan kota yang berbasis kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial. Ke depan, Prima Salam menyatakan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi komunitas ekonomi kreatif dalam pembangunan kota.

“Mari kita wujudkan Palembang yang berdaya dari segi ekonomi, kuat dari sisi sosial, dan maju bersama seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *