Dinkes Palembang dan IBI Kolaborasi Layanan Kesehatan, Wali Kota Ratu Dewa Janji Bantu Fasilitasi Sekretariat Baru
Palembang, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Palembang akan memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat menerima audiensi pengurus IBI Kota Palembang di ruang kerjanya, lantai 8 kantor Wali Kota, pada Selasa pagi (3/6/2025).
Audiensi tersebut dipimpin oleh Ketua IBI Kota Palembang, Nur Rahmi, yang menyampaikan berbagai program sosial yang selama ini telah dijalankan oleh organisasi yang dipimpinnya. Di antaranya adalah pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta imunisasi anak secara gratis kepada masyarakat di 18 kecamatan yang ada di kota Palembang.
“Kami memiliki 26 ranting dengan total 2.461 anggota bidan aktif yang tersebar di seluruh kecamatan. Kami rutin menggelar kegiatan sosial, seperti KB gratis dan imunisasi untuk anak-anak,” kata Nur Rahmi dalam pertemuan tersebut.
Namun demikian, ia juga menyampaikan adanya kendala yang tengah dihadapi, yaitu terkait keberadaan sekretariat IBI Kota Palembang yang dinilai tidak lagi layak untuk mendukung operasional organisasi.
“Sekretariat lama kami perlu perawatan serius dan terletak di kawasan padat penduduk, sehingga kurang representatif untuk kegiatan organisasi maupun pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Komitmen Pemkot : Dukungan Program Hingga Fasilitas
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ratu Dewa menyambut baik berbagai program sosial yang telah dilakukan oleh IBI dan menyatakan dukungannya terhadap rencana perluasan pelayanan, terutama yang sejalan dengan visi misi Pemerintah Kota Palembang dalam program “Palembang Sehat”.
“Program KB dan imunisasi gratis ini sangat membantu masyarakat. Kita akan kolaborasikan IBI dengan Dinas Kesehatan agar program Palembang Sehat bisa berjalan lebih optimal,” ujar Ratu Dewa.
Ia menegaskan bahwa sinergi ini penting, apalagi dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan cakupan imunisasi, serta memperluas edukasi kesehatan keluarga di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Terkait kendala sekretariat IBI, Wali Kota memberikan perhatian serius dan berjanji akan segera melakukan koordinasi lintas OPD, khususnya dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
“Segera akan kita koordinasikan dengan BPKAD agar bisa dicarikan tempat yang layak dan strategis. Kami ingin layanan IBI bisa berjalan dengan maksimal tanpa terganggu persoalan fasilitas,” imbuh Dewa.
Dengan jumlah anggota yang besar dan jaringan yang tersebar hingga pelosok kelurahan, IBI dinilai sebagai mitra strategis Pemkot dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tidak hanya dalam hal layanan medis, tetapi juga dalam bidang edukasi, pendampingan ibu hamil dan menyusui, serta advokasi kesehatan reproduksi.
“Kami siap untuk terus bersinergi dengan Pemkot. Dengan adanya sekretariat yang lebih baik, tentu koordinasi dan pelaksanaan kegiatan kami bisa lebih efektif,” ujar Nur Rahmi.
Ke depan, IBI juga akan mendorong pelatihan-pelatihan keterampilan tambahan bagi anggotanya agar dapat menjangkau layanan kesehatan berbasis komunitas secara lebih intensif.
Langkah strategis kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan IBI ini diharapkan menjadi tonggak penting menuju Palembang yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya. Program-program seperti KB gratis, imunisasi, serta pendampingan ibu dan balita menjadi bagian penting dari penguatan sistem kesehatan primer.
“Kami akan terus dorong kolaborasi lintas sektor, karena kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan organisasi profesi seperti IBI, kami percaya pelayanan dasar kesehatan di Palembang akan semakin kuat,” tegas Wali Kota.
Dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat, Palembang bergerak menuju masa depan yang lebih sehat dan manusiawi. IBI, dengan pasukan bidannya yang berdedikasi, kini menjadi garda depan dalam pelayanan kesehatan komunitas dan Pemkot siap mendukung langkah itu sepenuhnya. (rd)












