Palembang, bidiksumsel.com – Di sebuah sudut Puskesmas Cikuya, seorang ibu muda tersenyum lega sambil menggandeng anaknya yang baru saja selesai pemeriksaan. Hari itu, pelayanan berjalan tanpa henti, ramah, dan yang paling penting mudah dijangkau. Tak jauh dari ruangan periksa, tampak petugas berjaga di ruang rawat inap, yang baru saja diresmikan sebagai bagian dari Program Palembang Sehat. Semua ini, tak lepas dari komitmen kuat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam membangun kota yang benar-benar berdaya dan sejahtera.
Kamis pagi (22/5/2025), Ratu Dewa hadir dalam seremoni peluncuran program Rawat Inap Puskesmas dan inovasi layanan kesehatan lain seperti Sigap Sehat, Pasti Sehat, dan Kawal Sehat. Semua ini terangkum dalam visi besar menuju Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera.
“Minimal satu kecamatan satu puskesmas rawat inap. Tahun ini kita targetkan enam lagi beroperasi,” kata Ratu Dewa di hadapan tenaga kesehatan dan warga yang hadir. Ia tak hanya bicara soal bangunan dan layanan, tapi juga tentang keadilan sosial dan akses kesehatan untuk semua, termasuk kaum disabilitas.
6 Puskesmas Baru Siap Rawat Inap
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Palembang, dr. Venty Aprina, enam puskesmas rawat inap yang akan diluncurkan tahun ini adalah:
- Puskesmas Sematang Borang
- Puskesmas Sungai Selincah
- Puskesmas Sukarame
- Puskesmas Basuki Rahmat
- Puskesmas Alang-alang Lebar
- Puskesmas Pembina
Masing-masing puskesmas dilengkapi 5–10 tempat tidur, ruang tindakan medis, fasilitas persalinan, dan rawat gabung ibu-anak. Seluruh layanan ini ditanggung oleh BPJS dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), termasuk pelayanan darurat 24 jam melalui PSC 119.
“Pelayanan kita gratiskan, bahkan ambulans untuk rujukan juga tersedia. Call center 0811-711-1901 siap 24 jam untuk darurat medis,” tegas dr. Venty.
Satu hal penting yang terus ditekankan Ratu Dewa adalah inklusi dalam pelayanan kesehatan. Ia menyoroti pentingnya puskesmas ramah disabilitas, seperti yang telah diterapkan di Puskesmas Cikuya dengan jalur kursi roda, toilet aksesibel, dan alat bantu pendengaran.
Tak hanya itu, kehadiran layanan rawat inap di tingkat kecamatan diharapkan dapat memutus mata rantai persoalan stunting yang masih membayangi sebagian wilayah Palembang. Dengan akses cepat terhadap layanan ibu dan anak, serta pengawasan nutrisi sejak awal, angka stunting ditargetkan turun signifikan dalam dua tahun ke depan.
Di balik kemegahan program ini, tersirat visi sederhana namun fundamental: membuat warga merasa diurus, dihargai, dan dilindungi. Dari layanan ambulans gratis hingga puskesmas keliling, Palembang sedang bertransformasi dari kota administratif menjadi kota dengan jiwa kemanusiaan yang hidup.
“Bagi kami, kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, tapi hak dasar. Setiap warga berhak sehat tanpa memandang ekonomi atau kondisi fisik,” pungkas Ratu Dewa.
Langkah-langkah nyata seperti ini semakin memperkuat citra Ratu Dewa sebagai pemimpin yang tidak hanya bicara, tapi bekerja nyata. Dari janji kampanye menjadi program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, layanan kesehatan kini benar-benar hadir di pintu rumah warga.
Ketika fasilitas medis tersedia di lingkungan terdekat, petugas siaga 24 jam, dan masyarakat merasa didengar, maka tak ada alasan bagi Palembang untuk tidak menjadi kota sehat yang membanggakan. Dengan pendekatan partisipatif, inklusif, dan profesional, Palembang berada di jalur yang tepat untuk menjadi model layanan kesehatan perkotaan di Indonesia. (rd)












