Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Gegap Gempita! 30 Pasang Cek Bagus-Cek Ayu Bersaing Ketat di Semifinal

fhoto : ist

30 Pasang Semifinalis Ramaikan Malam Semi Final Cek Bagus dan Cek Ayu 2025 di Museum SMB II Palembang

Palembang, bidiksumsel.com – Sebanyak 30 pasang semifinalis Cek Bagus dan Cek Ayu 2025 tampil memukau dalam Malam Semi Final yang digelar di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Selasa malam (13/05/2025). Acara berlangsung meriah dengan sorak-sorai para pendukung yang memenuhi lokasi dan memberi semangat kepada para peserta yang tengah berjuang menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan dewan juri.

Para semifinalis tidak hanya dituntut untuk menampilkan penampilan yang menarik dan percaya diri, tetapi juga diuji kemampuan intelektual, pengetahuan kebudayaan, serta wawasan umum, terutama tentang sejarah dan budaya Kota Palembang.

Malam semifinal ini menghadirkan jajaran dewan juri kompeten dari berbagai latar belakang, yakni:

  • RM Ali Hanafia (Mang Amin) – Budayawan Kota Palembang
  • Indah Risky A.
  • Hendra Sudrajat
  • Septa Marus Eka Putra
  • Dewi Anggraini

Dengan kombinasi pengalaman dan keahlian para juri, penilaian dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi penampilan, penguasaan materi budaya, cara berkomunikasi, hingga sikap dan etika para semifinalis selama di atas panggung.

Menuju Grand Final : 15 Pasang Akan Terpilih

Dari 30 pasang peserta, hanya 15 pasang Cek Bagus dan Cek Ayu yang akan terpilih untuk melaju ke Grand Final, yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Para finalis nantinya akan mendapatkan pembekalan intensif dan menjalani berbagai tahapan karantina sebelum tampil di panggung final yang menentukan siapa yang akan menjadi Duta Budaya Kota Palembang 2025.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Affan Prapanca Mahalli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam suksesnya acara ini, termasuk dukungan sponsor yang terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal.

“Semoga melalui kolaborasi dan sinergi dalam melakukan pelestarian kebudayaan, serta melalui pemilihan duta-duta budaya pada malam hari ini akan tercapai dan mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya,” ujar Affan.

Mewakili Walikota Palembang, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, menyampaikan bahwa duta budaya bukan hanya bertugas mengenalkan budaya kepada publik, tetapi juga harus menjadi teladan dalam sikap, etika, dan akhlak mulia.

“Selain menguasai unsur budaya Kota Palembang, Cek Bagus dan Cek Ayu juga harus menjunjung tinggi adab dan etika dalam perbuatan maupun bertutur kata,” jelas Isnaini.

Ia berharap ke depan para finalis yang terpilih mampu menyumbangkan ide dan kontribusi nyata terhadap program-program strategis Dinas Kebudayaan maupun program Pemerintah Kota Palembang secara luas.

Pemilihan Cek Bagus dan Cek Ayu bukan sekadar ajang pencarian sosok muda yang menarik secara fisik, tetapi merupakan panggung pelestarian budaya, sekaligus tempat pencarian figur muda yang mampu mengemban misi budaya secara intelektual dan emosional.

Para peserta tampil dengan penuh semangat, membuktikan bahwa generasi muda Palembang punya potensi besar untuk menjadi jembatan antara warisan budaya dan kemajuan zaman. Penonton pun dibuat terpukau oleh kecakapan peserta menjawab pertanyaan juri seputar sejarah, adat, hingga seni budaya khas Palembang.

Malam semifinal ditutup dengan penampilan seni tradisional Palembang dan pengumuman singkat tentang proses seleksi menuju Grand Final. Seluruh semifinalis mendapatkan piagam penghargaan dan apresiasi dari panitia.

Ajang ini membuktikan bahwa anak muda Palembang tidak hanya kaya akan pesona, tetapi juga memiliki jiwa pelestari budaya yang tangguh. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *