Pertemuan Hangat KemenHAM Sumsel dan Pemkot Palembang, Awali Sinergi untuk Palembang yang Lebih Humanis
Palembang, bidiksumsel.com – Di tengah semangat membangun sinergi lintas lembaga, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil KemenHAM) Sumatera Selatan menyambangi Balai Kota Palembang dalam audiensi resmi yang berlangsung hangat pada Selasa (6/5/2025). Kunjungan ini disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, yang menyambut dengan penuh antusiasme.
Audiensi ini menjadi momentum perdana antara Kanwil KemenHAM Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang sebuah langkah awal yang diharapkan akan membuka jalan bagi berbagai kolaborasi yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai hak asasi manusia di tengah masyarakat.
“Kehadiran kami ini merupakan kunjungan perdana. Selain untuk memperkenalkan diri, kami ingin membangun komunikasi dan kerja sama dengan Pemkot Palembang. Kita ingin mensinkronkan pekerjaan di lapangan,” ujar Kepala Kanwil KemenHAM Sumsel, Hendry Marulitua, S.H., M.H.
HAM Masuk ke 107 Kelurahan
Dalam pertemuan itu, Hendry juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyelesaikan sosialisasi nilai-nilai HAM di 107 kelurahan se-Kota Palembang. Capaian ini menjadi wujud nyata dari komitmen KemenHAM untuk mendekatkan konsep HAM ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami ingin HAM tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sosialisasi ini meliputi edukasi hak sipil, sosial, hingga kesadaran hukum dasar, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan masyarakat miskin kota.
Menariknya, audiensi ini juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang perhatian Pemerintah Kota Palembang terhadap persoalan sosial yang sedang menjadi sorotan : pembinaan anak-anak yang terlibat dalam perilaku menyimpang, seperti tawuran pelajar.
Sekda Palembang, Aprizal Hasyim, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam tengah menggagas program retreat atau pembinaan karakter selama dua minggu di markas Yonif 200 Raider.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Apalagi Pemkot saat ini tengah fokus membentuk karakter generasi muda Palembang yang sempat terjerumus ke perilaku menyimpang,” ujar Aprizal.
Program tersebut diyakini akan memberikan dampak positif melalui pendekatan kedisiplinan, kebangsaan, dan keimanan. Kerja sama lintas sektor, termasuk dengan Kanwil KemenHAM Sumsel, menjadi bagian penting dalam memperkuat keberhasilan program ini.
Lebih dari sekadar ajang perkenalan, audiensi ini menjadi awal dari hubungan kerja yang bisa berdampak nyata bagi masyarakat Palembang. Dengan semangat kolaboratif, dua institusi ini ingin memastikan bahwa prinsip-prinsip HAM tidak hanya tertulis dalam dokumen, tetapi hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Kami senang dengan silaturahmi dan semangat sinergi ini. Ke depan, kami terbuka untuk kolaborasi program-program lainnya,” tutup Aprizal dengan senyum hangat.
Pertemuan sederhana ini boleh jadi baru permulaan. Tapi jika dijaga dengan niat baik dan komitmen, bukan tidak mungkin sinergi antara KemenHAM dan Pemkot Palembang akan melahirkan kebijakan-kebijakan inklusif, berpihak pada rakyat, dan tentu saja menjunjung tinggi hak asasi manusia. (rd)












