Palembang, bidiksumsel.com – Satria (38), seorang pedagang sayur keliling, tak pernah menyangka pagi itu akan mengubah hidupnya. Ketika matahari belum lagi menampakkan sinarnya pada Kamis (15/5/2025) pukul 04.00 WIB, kobaran api telah melahap habis rumahnya di Jalan Tulang Bawang V, Kelurahan Lebong Siarang, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.
Namun, dari musibah itu lahirlah kisah keberanian luar biasa. kisah naluri seorang ayah yang rela menembus api demi menyelamatkan yang paling berharga dalam hidupnya: anak dan masa depan mereka.
Pagi itu Satria baru saja sampai di lokasi dagangnya. Namun, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya. Ada rasa tidak nyaman yang mengusik batinnya. Ia merasa seperti ada yang salah. Naluri itu begitu kuat hingga ia memutuskan untuk meninggalkan dagangan dan berkata pada istrinya melalui telepon:
“Aku nak balek dulu Dek, perasaan aku dak lemak-lemak dirumah…”
Tak lama setelah mengutarakan kegelisahannya, suara lain mengabarkan petaka: rumahnya terbakar.
Tanpa pikir panjang, ia langsung melesat pulang dengan pikiran bercampur aduk, anak-anaknya masih di rumah saat ia pergi untuk berjualan.
Menerobos Api Demi Anak dan Ijazah
Ketika sampai di rumah, api sudah mengepung sebagian besar bangunan. Namun dalam kepanikan dan gelombang orang-orang yang menyaksikan, Satria tak peduli. Ia menerobos kobaran api, berusaha masuk untuk menyelamatkan buah hatinya.
Beruntung, warga sekitar telah lebih dahulu menyelamatkan dua anaknya dari dalam rumah. Namun, Satria belum berhenti. Ia masuk kembali ke dalam kobaran api, menyelamatkan apa yang masih bisa ia selamatkan.
“Mereka dalam kepungan api… Aku sempat bawa ijazah anak pertama yang baru lulus SMA dan keluarkan beberapa keranjang cabai,” ucapnya lirih.
Tindakan itu bukan semata menyelamatkan benda, tapi menyelamatkan harapan. Ijazah anak pertamanya adalah kunci masa depan. Di tengah kobaran api, ia memilih menyelamatkan simbol perjuangan pendidikan.
TP PKK Turun Tangan: Bantuan Siap Disalurkan
Musibah yang menimpa Satria dan korban lainnya mendapat perhatian serius dari Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, yang datang langsung ke lokasi kebakaran pada Jumat (16/5/2025).
Istri Wali Kota Palembang ini menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu korban, terutama dalam hal pemulihan dokumen penting yang hilang akibat kebakaran. Bahkan, ia menyatakan bahwa korban akan langsung didaftarkan ke dalam Program Keluarga Harapan (PKH) dan menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi anak-anak yang bersekolah.
“Kita akan bantu semua dokumen yang hilang. Korban juga akan mendapatkan bantuan PKH dan KIP,” ujar Dewi Ratu Dewa.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, mengecek listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah, sebagai langkah pencegahan dini.
Duka yang dialami keluarga Satria adalah potret penderitaan warga kecil yang harus bergulat dengan kehilangan secara tiba-tiba. Tapi juga menjadi gambaran betapa kuatnya naluri cinta dalam diri seorang ayah.
Di tengah puing-puing hangus, harapan itu masih ada. Satria kini memulai kembali hidupnya, membawa serta semangat tak kenal menyerah dan cinta luar biasa untuk anak-anaknya.
Dan Palembang, kota tertua di Indonesia ini, menunjukkan bahwa di tengah musibah, kepedulian sosial dan solidaritas masyarakat masih menyala, sekuat api yang pernah membakar rumah Satria namun tak mampu membakar hatinya. (rd)












