Deep Learning untuk Guru Tangguh : Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital
Palembang, bidiksumsel.com – Digitalisasi bukan lagi sekadar tren dalam dunia pendidikan, melainkan keharusan. Dunia berubah, begitu pula metode belajar dan mengajar. Dalam rangka menyiapkan para pendidik agar mampu menjawab tantangan zaman, Dewan Pendidikan Kota Palembang menggelar seminar pendidikan bertajuk “Menjadi Guru Tangguh di Era Digital Melalui Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) untuk Pendidikan Berkualitas”, yang berlangsung selama tiga hari, 14–16 Mei 2025, di Aula PGRI Palembang.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, S.STP., M.Si, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan pelaku transformasi digital. Rabu, 14 Mei 2025.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Palembang, H. Ahmad Zulinto, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa konsep deep learning atau pembelajaran mendalam menjadi fokus utama dalam seminar ini. Bukan tanpa alasan, pembelajaran hari ini tidak cukup hanya mengejar pemahaman akademik. Diperlukan pendekatan yang menyentuh tiga ranah utama siswa: kognitif (pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).
“Guru sekarang harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya membuat siswa paham, tapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan memiliki empati,” ujar Zulinto.
Pembelajaran mendalam mendorong guru untuk tidak hanya menjejali siswa dengan materi, tetapi mengajak mereka berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, dan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Inilah yang akan membentuk generasi unggul di masa depan.
Digitalisasi Bukan Momok, Tapi Peluang
Zulinto menegaskan bahwa digitalisasi bukan ancaman bagi profesi guru, tapi sebuah peluang untuk berkembang. Melalui seminar ini, para peserta yang merupakan guru dari berbagai jenjang dibekali pemahaman tentang cara memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sekadar formalitas.
Beberapa materi yang dibahas antara lain :
- Strategi menyusun modul digital interaktif
- Metode asesmen formatif berbasis teknologi
- Teknik menciptakan ruang belajar kolaboratif daring
- Integrasi multimedia untuk pembelajaran holistik
- Penguatan karakter siswa melalui media digital
Dengan pendekatan ini, guru diajak untuk mentransformasikan kurikulum menjadi pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Pemerintah Daerah Dukung Penuh
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Adrianus Amri, menyatakan bahwa seminar ini sejalan dengan misi Pemkot Palembang dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas dan adaptif terhadap perubahan.
“Kita ingin guru kita tidak gagap teknologi, tapi justru menjadi pionir dalam menciptakan inovasi pembelajaran digital,” ujar Adrianus dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah siap mendukung program-program pelatihan lanjutan dan penyediaan fasilitas TIK bagi sekolah-sekolah di Palembang.
Seminar yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga sesi praktik langsung, diskusi panel, hingga simulasi pembuatan bahan ajar digital. Guru yang hadir diajak untuk berinteraksi aktif, bertukar pengalaman, dan bahkan membangun komunitas pembelajaran yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, para peserta diharapkan tidak hanya membawa pulang materi, tapi juga semangat baru untuk terus belajar dan berinovasi.
Di tengah gempuran AI, platform pembelajaran daring, dan perubahan karakter siswa pasca pandemi, guru tak bisa lagi bertahan dengan cara-cara lama. Dewan Pendidikan Kota Palembang melalui seminar ini memberi pesan tegas: pendidik harus berubah bersama zaman.
Dengan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan teknologi yang tepat, para guru bisa menjadi agen perubahan sejati membangun generasi pembelajar yang kritis, kreatif, dan berkarakter. (rd)












