KOPRI PMII UIN Raden Fatah Palembang Tebar Kebaikan Lewat Aksi Jumat Berbagi
Palembang, bidiksumsel.com – Sinar matahari belum begitu terik ketika sekelompok mahasiswi dengan atribut biru khas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tampak membagikan paket sembako, makanan, dan pakaian kepada para petugas kebersihan, tukang ojek, hingga warga pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Angkatan 66, Palembang, Jumat pagi (16/05/2025).
Aksi ini bukan sekadar kegiatan biasa. Di balik pembagian paket itu, terselip pesan kuat tentang empati, pengabdian, dan kepedulian sosial dari kalangan mahasiswa, khususnya Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat UIN Raden Fatah Palembang, yang menjadi motor penggeraknya.
Menebar Berkah, Menyemai Kebaikan
Kegiatan bertajuk “Jumat Berbagi” ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial para kader PMII, yang tak hanya fokus pada ruang-ruang akademik, namun juga turun langsung ke masyarakat.
Ketua KOPRI Komisariat UIN Raden Fatah, Helvira, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan Jumat Berbagi ini, kami berharap bisa menghadirkan senyum dan membawa berkah bagi kita semua,” ujarnya dengan penuh semangat.
Dari Mahasiswa untuk Rakyat Jalanan
Jalan Angkatan 66 yang biasanya dipadati kendaraan pagi hari, pagi itu terasa berbeda. Kehangatan bukan hanya datang dari matahari, tapi dari tangan-tangan muda yang menyodorkan bantuan dengan senyum dan salam.
Paket-paket sederhana itu disambut antusias oleh para penerima. Bagi petugas kebersihan, misalnya, perhatian semacam ini sangat berarti. Seorang ibu petugas sapu jalan bahkan menitikkan air mata haru saat menerima satu kantong sembako dari kader PMII.
“Terima kasih nak… mudah-mudahan kalian semua jadi orang sukses dan terus ingat sama orang kecil,” ucapnya pelan.
Lebih dari Sekadar Berbagi
Helvira menambahkan bahwa Jumat Berbagi bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang membangun jiwa sosial kader PMII sejak dini. Mahasiswa sebagai agen perubahan, katanya, harus punya kepekaan dan keberanian untuk hadir di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal sembako atau makanan, tapi bagaimana kita memaknai arti berbagi dalam kehidupan nyata. Kita ingin jadi kader yang peka, peduli, dan siap mengabdi,” tegasnya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi organisasi kemahasiswaan lain, agar bersama-sama menyebarkan semangat berbagi dan saling menguatkan.
Aksi ini sekaligus mempererat solidaritas antar anggota PMII, khususnya kader perempuan di bawah naungan KOPRI. Dalam proses pengumpulan bantuan, pengemasan, hingga distribusi, semua kader terlibat penuh.
“Kami kerja sama, gotong royong, mulai dari iuran hingga belanja. Rasanya bahagia bisa turun langsung dan melihat senyum dari orang-orang yang kami bantu,” kata salah satu anggota KOPRI.
Dalam ajaran Islam, Jumat dikenal sebagai hari penuh keberkahan. Dengan menjadikan hari ini sebagai momen berbagi, para kader KOPRI PMII berharap bisa menuai keberkahan pula dalam hidup mereka.
“Kami percaya, tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Selama bisa berbagi, sekecil apapun itu, kami akan terus berbuat,” tutup Helvira.
Aksi ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya pemikir di ruang kelas, tetapi juga pelaku nyata perubahan di masyarakat. Dan di tengah tantangan zaman, semangat semacam ini menjadi oase harapan bahwa generasi muda masih memelihara nilai-nilai kemanusiaan, cinta kasih, dan tanggung jawab sosial. (rd)












