Momen Haru di Hari Kartini: Dewi Sastrani Ratu Dewa Resmi Jabat Ketua TP PKK Palembang
Palembang, bidiksumsel.com – Tanggal 21 April tak hanya menjadi simbol perjuangan emansipasi perempuan Indonesia, tapi juga menjadi hari bersejarah bagi Kota Palembang. Dalam semangat memperingati Hari Kartini, Wali Kota Palembang Ratu Dewa secara resmi melantik istri tercintanya, Dewi Sastrani Ratu Dewa, sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palembang periode 2025–2030.
Pelantikan yang berlangsung hangat di Ruang Parameswara Setda Kota Palembang ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Prima Salam dan istri, Putri Azizah, serta jajaran pejabat penting lainnya. Namun yang menjadi pusat perhatian adalah niat mulia Dewi Sastrani: ia akan mengajukan pensiun dini demi sepenuhnya mengabdi untuk masyarakat.
“Pada 1 Mei 2025, istri saya akan lebih fokus melayani masyarakat dengan mengajukan pensiun dini. Tugasnya berat, memimpin dua organisasi besar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ucap Ratu Dewa, penuh bangga dan haru.
Pelantikan ini menjadi simbol kuat emansipasi perempuan masa kini, tak lagi hanya bergerak dalam ruang domestik, tapi juga hadir sebagai penggerak perubahan sosial. Dewi Sastrani kini mengemban dua amanah besar: sebagai Ketua TP PKK dan juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan pentingnya peran PKK dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan keluarga, pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, hingga perlawanan terhadap narkoba.
“PKK bukan sekadar organisasi pendamping, tapi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera,” ujarnya.
Tak sekadar seremonial, TP PKK Palembang di bawah kepemimpinan sebelumnya telah menunjukkan capaian nyata. Ratu Dewa membeberkan data bahwa jumlah balita stunting di Palembang mengalami penurunan, dari 199 balita (Januari 2025) menjadi 184 balita (Maret 2025).
Ini menjadi indikator kuat bahwa TP PKK benar-benar bekerja, dan masyarakat mulai merasakan hasilnya.
“Alhamdulillah, ini berkat keseriusan anggota PKK. Tapi perjuangan belum selesai. Kita harus terus bersinergi untuk mewujudkan keluarga yang tangguh,” tambah Ratu Dewa.
Langkah Awal Sang Ketua Baru
Saat diberi kesempatan berbicara, Dewi Sastrani terlihat anggun namun tegas. Ia menyampaikan bahwa langkah pertamanya sebagai Ketua TP PKK dan PMI adalah memperkuat sistem pelayanan, baik internal organisasi maupun kepada masyarakat luas.
“Saya akan fokus membenahi sistem kerja, menguatkan pelayanan, dan hadir langsung di tengah masyarakat. Saya percaya, keberhasilan organisasi bukan diukur dari berapa banyak program, tapi dari seberapa nyata manfaatnya,” ujar Dewi Sastrani, penuh keteguhan.
Momen ini tak hanya menandai pergantian struktur organisasi, tetapi juga menghidupkan kembali semangat Kartini di era modern. Bahwa perempuan bisa menjadi penggerak perubahan tanpa harus meninggalkan jati dirinya sebagai istri, ibu, sekaligus pemimpin.
“Mudahkan urusan rakyat, insyaallah urusan kita dimudahkan Allah,” pesan Wakil Wali Kota Prima Salam yang diamini oleh seluruh hadirin.
Di akhir acara, suasana haru terasa ketika Dewi Sastrani mengungkapkan tekadnya untuk meninggalkan zona nyaman sebagai ASN, demi sepenuhnya menjalani peran barunya. Sebuah keputusan besar yang hanya bisa lahir dari hati yang tulus untuk mengabdi.
Langkah ini tak hanya menjadi hadiah manis di Hari Kartini, tetapi juga sinyal positif bagi arah pembangunan sosial Kota Palembang, di mana kekuatan perempuan kembali mengambil peran strategis, bukan di belakang, tapi berdampingan dalam membangun masa depan. (rd)












