Al Quran Terjemahan Bahasa Palembang Siap Diterbitkan Luas, Ratu Dewa: Ini Identitas Kita!

fhoto : ist

Al Quran Terjemahan Bahasa Palembang: Inovasi Ratu Dewa untuk Membumikan Nilai Islam dan Budaya Lokal

Palembang, bidiksumsel.com – Kota Palembang kembali menorehkan langkah besar dalam pelestarian budaya lokal. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa, upaya menjaga dan menghidupkan bahasa daerah kini bergerak ke arah yang lebih strategis dan menyentuh aspek spiritual: melalui Al Quran terjemahan dalam Bahasa Palembang.

Langkah ini bukan sekadar simbolik. Bagi Ratu Dewa, inisiatif ini merupakan bagian dari visi besar untuk membumikan nilai-nilai Islam dengan pendekatan kearifan lokal, serta membangun kebanggaan identitas budaya di tengah masyarakat kota tertua di Indonesia ini.

Mengapa Al Quran Versi Bahasa Palembang Penting?

Membaca Al Quran adalah ibadah utama dalam Islam. Namun tak semua umat Muslim memahami makna dari ayat-ayat yang dibaca. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia tentu sudah banyak tersedia. Namun bagaimana dengan mereka yang lebih lekat dengan bahasa daerah?

Di sinilah pentingnya Al Quran versi Bahasa Palembang:
– Menjadi jembatan bagi masyarakat memahami makna ayat secara kontekstual.
– Mendekatkan ajaran Islam dengan budaya dan bahasa sehari-hari.
– Menghidupkan kembali bahasa Palembang dalam konteks spiritual dan edukatif.

Langkah Nyata dari Pemkot Palembang

Pada Rabu (9/4/2025), Wali Kota Ratu Dewa menyambut langsung tim penulis Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Palembang yang berhasil menyusun terjemahan ini. Ia pun memberikan apresiasi tinggi:

“Alhamdulillah. Ini adalah harapan besar saya agar budaya Palembang tidak hanya hidup, tapi berkembang dalam keseharian masyarakat,” ujar Dewa.

Ratu Dewa bahkan menyampaikan rencana mendistribusikan terjemahan Al Quran ini hingga ke tingkat RT, RW, kelurahan, dan kecamatan. Ia ingin agar kitab suci ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat wong kito.

“Saya harap ini bisa jadi pintu masuk untuk mendekatkan generasi kita dengan makna Al Quran,” imbuhnya.

Siapa di Balik Terjemahan Ini?

Adalah Edi Ari’fai, tokoh pendidikan dan budaya lokal, bersama timnya yang sejak 2003 konsisten mengembangkan buku-buku Mulok Bahasa Palembang. Buku mereka kini sudah masuk kurikulum sekolah di tingkat SD dan SMP lewat Perwali 2023.

“Ini capaian luar biasa karena sejak 2003, kami konsisten menulis dan memperjuangkan warisan bahasa daerah ini,” kata Edi bangga.

Tak hanya buku pelajaran, mereka juga menyusun Al Quran terjemahan Bahasa Palembang, yang sudah disahkan oleh Kementerian Agama sejak 2019. Namun, saat ini baru 80 eksemplar yang dicetak, dan jumlah ini tentu masih sangat terbatas.

Tim Mulok berharap agar Pemkot Palembang bisa memperbanyak cetakan dan menyebarkan terjemahan ini, khususnya ke kalangan generasi muda. Ini bisa menjadi pintu awal untuk kembali mencintai budaya sendiri sambil mendalami agama.

Ratu Dewa juga menegaskan bahwa pelestarian budaya Palembang tidak boleh berhenti di buku pelajaran atau Al Quran saja. Ia menginstruksikan agar:

  • Sambutan resmi dan acara pemerintahan diselingi Bahasa Palembang.
  • MC di acara formal menggunakan sapaan khas Palembang.
  • Promosi makanan khas, pakaian adat, hingga perilaku sopan santun dilestarikan.

“Ini identitas kita. Jangan sampai punah karena tidak digunakan,” tegasnya.

Selain Al Quran terjemahan, tim Mulok juga tengah menyusun kamus Bahasa Palembang, yang akan memuat istilah dari kuliner, adat, hingga kegiatan khas masyarakat seperti nguntingkan dan walimatul tasmiyah.

Langkah Ratu Dewa ini menunjukkan bahwa modernisasi tak harus meninggalkan akar budaya. Justru melalui budaya lokal, nilai-nilai agama dan kearifan bisa lebih membumi dan mudah diterima oleh masyarakat.

Dari ruang kelas hingga mimbar masjid, dari buku pelajaran hingga kitab suci—bahasa Palembang kini menemukan tempatnya kembali. Dan itu semua, dimulai dari niat dan komitmen seorang pemimpin daerah untuk mencintai warisan budayanya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *