Palembang, bidiksumsel.com – Sebanyak 355 siswa SD Negeri 17 Palembang ikut serta dalam peluncuran Program Unggulan Kodam II/Sriwijaya bertajuk “Dapur Masuk Sekolah.” Acara yang dilaksanakan oleh Kodim 0418/Palembang ini berlangsung serentak pada Jumat, 26 Juli 2024, di berbagai wilayah Korem 044/Gapo.
Dalam sambutannya, Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI M. Naudi Nurdika, yang diwakili oleh Kasdam Sriwijaya, Brigjen TNI Aminton Manurung, menyampaikan bahwa program ini akan dijalankan rutin setiap hari Jumat di seluruh wilayah jajaran Kodam II/Sriwijaya.
“Program dapur masuk sekolah ini juga dilaksanakan secara serentak di lima wilayah Korem jajaran Kodam II/Sriwijaya dengan cara mendatangi langsung sekolah-sekolah,” ujarnya.
Program ini adalah salah satu cara untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat melalui pemberian makanan dan nutrisi kepada anak-anak sekolah dasar. Kodam II/Sriwijaya berkomitmen untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta segenap komponen masyarakat guna meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
Menurut Brigjen TNI Aminton Manurung, tujuan utama program ini adalah untuk mencegah dan menurunkan angka stunting pada anak-anak. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kami berharap, program pencegahan stunting dengan pemberian makanan utama dan tambahan seperti susu dan bubur kacang hijau kepada anak SD ini dapat meningkatkan asupan gizi anak, agar mereka mencapai status gizi yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan usianya,” katanya.
Brigjen TNI Aminton Manurung juga menyadari bahwa upaya ini belum sepenuhnya mampu menjangkau semua harapan. Namun, ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dan memotivasi segenap komponen masyarakat untuk turut peduli dan mengambil bagian dalam membantu mencegah dan mengatasi gizi buruk di lingkungan anak-anak.
“Semoga apa yang kita lakukan ini berbuah kebaikan, mendapatkan berkah dari Allah, Tuhan yang Maha Kuasa serta benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Helniwati S. Pd, Kepala SD Negeri 17 Palembang, menyatakan kegembiraannya atas terpilihnya sekolahnya sebagai tempat peluncuran program ini.
“Saya sangat senang sekali dengan program dapur masuk sekolah dari Kodam II/Sriwijaya ini. Harapan ke depannya, semoga program ini terus berlanjut sehingga bisa membantu menambah gizi untuk anak-anak kami,” ungkapnya.
Saat anak-anak memasuki usia pertumbuhan, mereka sangat rentan terhadap masalah kesehatan, termasuk kurangnya daya tahan tubuh. Oleh karena itu, perhatian terhadap asupan gizi mereka menjadi sangat penting. Program “Dapur Masuk Sekolah” ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Selain makanan utama, program ini juga menyediakan makanan tambahan berupa susu dan bubur kacang hijau. Kedua jenis makanan ini kaya akan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dalam masa pertumbuhan. Susu adalah sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi, sementara bubur kacang hijau kaya akan protein dan serat yang baik untuk pencernaan.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah. Kodam II/Sriwijaya bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah untuk memastikan program ini berjalan lancar dan mencapai sasaran. Kerja sama ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.
Kolaborasi ini juga mencakup sosialisasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan cara-cara sederhana yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga edukasi yang berkelanjutan.
Stunting masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia masih berada di level yang mengkhawatirkan. Program seperti “Dapur Masuk Sekolah” ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Tanah Air.
Upaya ini tidak hanya dilakukan melalui pemberian makanan bergizi, tetapi juga dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan gizi anak-anak sejak dini. Dengan pendekatan holistik ini, diharapkan generasi mendatang dapat tumbuh menjadi individu yang sehat dan produktif.
Melihat antusiasme dari para siswa SD Negeri 17 Palembang dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di masa mendatang. Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk keterbatasan sumber daya dan akses ke daerah-daerah terpencil.
Namun, dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat, tantangan-tantangan ini dapat diatasi. “Kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan ini belum bisa sepenuhnya menjangkau harapan kita semua. Namun, kegiatan ini akan dapat menginspirasi dan memotivasi segenap komponen masyarakat untuk turut peduli dan siap ambil bagian dalam membantu mencegah dan mengatasi terjadinya gizi buruk di lingkungan anak-anak,” ujar Brigjen TNI Aminton Manurung.
Helniwati S. Pd, Kepala SD Negeri 17 Palembang, juga menyampaikan harapannya agar program ini terus berlanjut.
“Saya sangat senang sekali dengan program dapur masuk sekolah dari Kodam II/Sriwijaya ini. Harapan ke depannya, semoga program ini terus berlanjut sehingga bisa membantu menambah gizi untuk anak-anak kami,” ungkapnya.
Dengan adanya program “Dapur Masuk Sekolah” ini, diharapkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di Palembang dapat meningkat, serta menjadi contoh bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa. Kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas. (dkd)












