Palembang, bidiksumsel.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, yang tinggal beberapa hari lagi, harga bahan pokok mengalami kenaikan signifikan, terutama sembako. Untuk mengatasi kenaikan harga ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Selatan (Sumsel) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menggelar pasar murah di halaman kantor Kecamatan Sako pada Senin (10/06/2024).
Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa, menjelaskan bahwa inflasi di kota Palembang pada bulan Mei 2024 mencapai 3,0396%. Penyumbang inflasi tertinggi adalah harga beras yang meningkat sebesar 0,4896%, diikuti oleh daging ayam ras sebesar 0,38% dan emas perhiasan dengan indeks harga konsumen mencapai 115,72.
Ratu Dewa menyebutkan beberapa faktor penyebab kenaikan harga tersebut, antara lain melemahnya rupiah terhadap dolar, perubahan cuaca yang tidak menentu, fenomena El Nino, serta masalah kenaikan harga ayam dan emas yang biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Pasar murah ini adalah salah satu langkah yang diambil untuk menjaga inflasi, dan kami berharap inflasi di kota Palembang tetap terkendali,” ujar Ratu Dewa.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel, Ricky P. Gozali, menambahkan bahwa kegiatan pasar murah ini sengaja digelar bertepatan dengan ulang tahun kota Palembang. “Kami mengambil momen yang luar biasa ini untuk bergerak mengantisipasi pergerakan harga-harga yang terjadi terutama menjelang Idul Adha,” jelas Ricky.
Menurut Ricky, kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Sako.
“Kami melihat bahwa memang terindikasi terjadi kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha. Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh tim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Kota Palembang untuk mengantisipasi gerakan harga, salah satunya melalui pasar murah,” urainya.
Ricky juga mengakui bahwa berdasarkan data, beberapa komoditas selalu mengalami kenaikan harga pada hari-hari besar keagamaan. “Kebutuhan pokok seperti beras, cabai merah, bawang, dan minyak goreng selalu mengalami kenaikan karena permintaan masyarakat meningkat,” ungkapnya.
Untuk menjaga harga tetap stabil, antisipasi kebijakan sangat penting dilakukan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan harga tidak naik terlalu signifikan. “Kami harus melakukan antisipasi kebijakan supaya kebutuhan masyarakat ini bisa terpenuhi dan harga tidak naik cukup signifikan,” tambah Ricky.
Pasar murah ini memberikan kesempatan kepada warga Palembang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini tidak hanya membantu menstabilkan harga, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang perayaan Idul Adha. Masyarakat yang hadir di pasar murah merasa sangat terbantu dengan adanya program ini.
“Saya sangat terbantu dengan adanya pasar murah ini. Harga bahan pokok di sini lebih terjangkau dibandingkan dengan di pasar biasa,” kata Ibu Yanti, seorang warga Kecamatan Sako yang turut berbelanja di pasar murah.
Pak Ahmad, seorang pedagang kecil, juga menyambut baik inisiatif ini. “Pasar murah ini sangat membantu kami sebagai pedagang kecil untuk mendapatkan barang dengan harga lebih murah, sehingga kami bisa menjualnya kembali dengan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen,” ujarnya.
Melihat dampak positif yang ditimbulkan, Ratu Dewa berharap program pasar murah ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke kecamatan lain di Palembang. “Kami berharap program ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan mencakup lebih banyak wilayah di Palembang, sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya,” harapnya.
Ricky P. Gozali menambahkan bahwa BI Sumsel berkomitmen untuk terus mendukung program-program seperti ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang dapat menjaga stabilitas harga dan membantu kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan pasar murah yang digelar oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang ini merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dengan adanya pasar murah, diharapkan masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan lebih tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok. Upaya ini juga menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah dan BI dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama dalam situasi menjelang hari besar keagamaan. (dkd)












