OKI, bidiksumsel.com – Salah satu cara pendekatan yang berguna untuk diterapkan dalam mendidik dan membesarkan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) adalah dengan menerapkan psikologi positif.
Hal ini disampaikan Camat Jejawi, Kabupaten OKI, Susanto, saat kegiatan Pertemuan Fasilitator Kelompok Kerja Penanganan ABK, di Aula Kantor Kecamatan setempat. Rabu, (22/09/2021).
Susanto menjelaskan, ABK dapat diartikan sebagai seorang anak yang memerlukan pendidikan yang disesuaikan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak secara individual.
“Terdapat 2 cakupan konsep anak berkebutuhan khusus, yaitu anak berkebutuhan khusus yang bersifat sementara dan anak berkebutuhan khusus yang bersifat menetap,” jelasnya.
Menurutnya, kalau ABK yang bersifat sementara adalah anak-anak yang mengalami hambatan belajar dan perkembangan disebabkan oleh faktor eksternal. Sedangkan untuk ABK yang bersifat permanen merupakan suatu kondisi dimana anak-anak mengalami hambatan belajar dan perkembangan disebabkan oleh faktor internal dan akibat langsung dari kondisi kecacatan.
“Hendaknya seluruh orang tua dan keluarga ABK, memiliki kemampuan pengasuhan dan perawatan sekaligus pendampingan yang dibutuhkan ABK tersebut. Membangun masa depan Anak Berkebutuhan Khusus, dimulai dari keluarga. ABK memerlukan perlindungan sama seperti anak-anak lainnya,” ungkapnya.
Dengan demikian, ia menambahkan, para ABK mampu mengembangkan diri melalui penggalian potensi sesuai kemampuan, minat dan bakatnya masing-masing, serta pada gilirannya mereka dapat menikmati, berperan, dan berkontribusi secara optimal, leluasa, dan tanpa diskriminasi.
“Diharapkan dengan pertemuan ini, maka akan semakin banyak fasilitator daerah yang berkompeten dalam menangani ABK. Kedepan diharapkan akan ada pelatihan pelatihan untuk lebih meningkatkan kemampuan para fasilitator,” pintanya. (daniel)







