Home Kota Palembang Kota Palembang Didominasi Zona Orange dan Kuning

Kota Palembang Didominasi Zona Orange dan Kuning

Ilustrasi zona merah covid-19

PALEMBANG – Saat ini, setiap kelurahan di Kota Palembang didominasi zona orange dan beberapa zona kuning. Meski Kota Palembang masih berstatus zona merah. Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan.

Berdasarkan hasil rekapitulasi sebaran Covid-19 Dinas Kesehatan, setiap kelurahan di Kota Palembang masih didominasi zona orange dan beberapa zona kuning. Namun Kota Palembang masih  berstatus zona merah.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Fauziah mengatakan, untuk tingkat kota perhitungan menggunakan 14 indikator dari BNPB, release data 26 Mei 2021 disebutkan Palembang zona merah. “Berdasarkan 14 indikator BNPB Kota Palembang berada di zona merah,” ujar Fauziah, Kamis (27/5/2021).

Jika bicara tingkat kelurahan dan kecamatan menggunakan angka kesakitan dan kematian per 100.000 penduduk, hasilnya zonasi kelurahan bervariasi ada hijau, kuning, orange dan merah dan zonasi kecamatan dominasi orange.

“Jika bicara level mikro/RT yang digunakan indikator jm rumah dengan kasus konfirmasi per RT, hasilnya dominasi hijau dan kuning,” ujar Fauziah.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Bidang Kesehatan, Yudi Setiawan mengatakan, untuk zona resiko secara keseluruhan kota Palembang, sejak per 16 Mei lalu dari situs  BNPB Kota Palembang sampai dengan sekarang masih masuk zona risiko tinggi (zona merah).

“Untuk zona risiko per kelurahan dan kecamatan memang ada perubahan warna, Karena kami memakai cara perhitungan zona risiko yang baru,” ujar Yudi.

Kalau dahulu jika dalam 3 Minggu terakhir tidak ada penurunan kasus aktif lebih dari 50 persen dari puncak kasus selama 3 Minggu tersebut maka wilayah tersebut akan masuk zona merah, tanpa mempertimbangkan besar atau kecil kasus.

“Sekarang kami pakai dengan memakai data insiden rate dan mortalitas rate. Sesuai batasan yang ada di slide peta yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes),” katanya.

Secara epidemiologis akan lebih baik, karena ada pengaruh juga dengan jumlah penduduk, jika kasus atau kematiannya tinggi dan jumlah penduduknya sedikit angka inciden dan mortalitas juga akan makin tinggi. Adapun penurunan zona, biasanya secara bertahap paling tidak ke zona orange. Kalau hijau artinya tidak ada kasus aktif lagi. (dnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here