Meriahkan HUT RI ke 81, DKW Komasa Sumsel bersama DKD kota Palembang dan Komando Cabang Gelar Berbagai Lomba Dalam Suasana Penuh Keakraban

Palembang, bidiksumsel.com,—

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pengurus dan anggota Dewan Komando Wilayah (DKW) Provinsi, Dewan Komando Daerah (DKD) Kota, serta Komando cabang KOMASA Sumatera Selatan dan kota Palembang menggelar berbagai perlombaan rakyat.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (25/8/2026) tersebut dipusatkan di Cafe Bucin, Jalan Sultan Mansyur No. 687, Palembang. Puluhan pengurus dan anggota KOMASA turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan yang dikemas secara santai, meriah, dan penuh kekeluargaan.

Sejumlah permainan khas perayaan HUT Kemerdekaan RI menjadi pilihan untuk menghidupkan suasana. Di antaranya lomba lari kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, joget balon, lari membawa bendera, makan kerupuk, hingga permainan menjepit balon menggunakan kaki dan kedua tangan dengan mengenakan helm serta kacamata.

Meski dikemas sebagai hiburan, kegiatan tersebut memiliki tujuan yang lebih luas, yakni mempererat hubungan antarpengurus dan anggota KOMASA yang selama ini lebih banyak berkomunikasi melalui grup.

Sekretaris Wilayah DKW KOMASA Sumatera Selatan, Abdullah MD, SE, mengatakan seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh antusias. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran organisasi untuk bertemu secara langsung sekaligus membangun keakraban.

“Puluhan peserta sangat antusias mengikuti berbagai lomba dengan bahagia. Kegiatan ini selain dalam rangka HUT RI ke-81, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota KOMASA yang selama ini mungkin hanya saling mengenal melalui grup. Hari ini kita bisa bertemu dan mengenal semuanya secara langsung,” ujar Abdullah.

Dorong Kemitraan dan Pemberdayaan Ekonomi

Abdullah menambahkan, KOMASA tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi dalam bidang sosial, tetapi juga berupaya membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak.
Kemitraan tersebut mencakup pemerintah, tokoh masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga sektor pertanian terpadu.

Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian. Melalui Unit UMKM KOMASA, berbagai jenis usaha didorong untuk berkembang, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, jasa kreatif hingga usaha berbasis digital.

“Unit UMKM KOMASA aktif di berbagai bidang usaha mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, jasa kreatif hingga usaha digital,” katanya.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi sekaligus memperluas jaringan pemasaran dan kemitraan.

Sementara itu, Ketua DKW KOMASA Sumsel, Zulhirian Tina Sari, yang akrab disapa Bunda Rianty, menegaskan bahwa KOMASA ingin berkembang lebih jauh sebagai organisasi yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial.

Menurutnya, KOMASA juga berkomitmen mengambil peran dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Bunda Rianty menilai konsep pertanian terpadu memiliki potensi menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani.

Konsep tersebut mengintegrasikan sejumlah sektor, seperti tanaman pangan, peternakan dan perikanan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Selain meningkatkan efisiensi, pertanian terpadu juga diarahkan untuk mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan, menekan biaya operasional dengan target hasil maksimal, serta menciptakan peluang pendapatan berlapis bagi para petani.

“KOMASA Sumsel membawa satu tekad menjadi penggerak utama dalam membangun potensi ekonomi rakyat,” tegas Bunda Rianty.

Ia menilai, besarnya struktur sebuah organisasi tidak akan berarti apabila tidak diikuti dengan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, keberadaan organisasi diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku ekonomi yang berada di lapangan.

Dorong Sinergi dengan Pemerintah
Bunda Rianty juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pelaku usaha rakyat. Menurutnya, akses terhadap modal, pasar, teknologi, pendampingan, serta fasilitas pendukung menjadi sejumlah faktor penting yang harus diperkuat agar UMKM dan sektor pertanian dapat berkembang lebih cepat.

Atas dasar itu, dirinya mengajak pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi bersama KOMASA dan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah diperlukan agar berbagai program pemberdayaan tidak berjalan sendiri-sendiri dan dapat memiliki jangkauan manfaat yang lebih luas.

“Kami butuh sinergi dengan pemerintah agar program ini tidak berjalan sendiri. Kami bergerak dari akar rumput, dan jalur komunikasi dengan pemerintah sangat penting,” ujarnya.

Bunda Rianty berharap KOMASA Sumsel ke depan tidak hanya semakin kuat dari sisi kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan berbagai program konkret yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Semangat tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen KOMASA untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, hingga penguatan sektor pertanian.

“Kami ingin menjadi organisasi yang berbuat, bermanfaat, dan bermartabat. Semangat kami jelas: Pancasila, UUD 1945, dan pengabdian untuk masyarakat,” pungkasnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *