KKI 2026 Jadi Momentum UMKM Sumsel “Naik Kelas”, Puluhan Pelaku Usaha Siap Bidik Pasar Global

Jakarta,bidiksumsel.com —

Sebanyak 14 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan ambil bagian dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum bagi pelaku UMKM daerah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang menembus pasar ekspor.

KKI 2026 digelar Bank Indonesia pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam memperkuat UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengusung semangat “Beudaya, Meusare-Sare” yang berasal dari Aceh dan bermakna “Berdaya, Bersama-Sama”, KKI 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong kebangkitan UMKM, termasuk pelaku usaha di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

KKI 2026 dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming. Pembukaan turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia bersama 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan dan pasar, mempercepat digitalisasi, serta mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” ujar Destry Damayanti saat membuka KKI 2026. Kamis (20/08/26)

Menurutnya, semangat bangkit ditujukan untuk mendorong pemulihan UMKM yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun dampak bencana alam. Sementara itu, aspek tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses terhadap pembiayaan yang berkelanjutan.

Adapun UMKM yang berdaya saing didorong melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik di dalam negeri maupun ke pasar ekspor.

14 UMKM Sumsel Unjuk Produk Unggulan

Di Sumatera Selatan, UMKM memiliki posisi penting dalam menopang aktivitas perekonomian sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat. Dengan jumlah sekitar 2,3 juta pelaku UMKM, potensi sektor tersebut dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam KKI 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan membawa 14 UMKM binaan untuk berpartisipasi secara luring.

Ke-14 UMKM tersebut terdiri dari 10 UMKM wastra dan ready to wear (RtW), dua UMKM aksesori, serta dua UMKM makanan dan minuman olahan.

Sejumlah UMKM unggulan Sumatera Selatan yang hadir secara langsung antara lain Putroh Ramadhan, Brilianto, Jamilah x Prafito, Rumah Songket Adis, Pyo Jewelry, Ilham Bahari, Nirmala Songket, Awan Kerupuk 988, dan Pempek Cek Molek.

Kehadiran mereka menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan produk lokal Sumatera Selatan kepada konsumen dan pelaku usaha dari berbagai daerah.

Tak hanya memperkenalkan produk, keikutsertaan dalam KKI juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jejaring bisnis, bertemu calon pembeli, menjalin kemitraan, serta meningkatkan peluang transaksi.

Produk wastra, fesyen, aksesori hingga kuliner khas Sumatera Selatan diharapkan mampu semakin dikenal di pasar nasional dan menjadi pintu masuk bagi peningkatan skala usaha.

Puluhan UMKM Sumsel Didorong Masuk Pasar Ekspor

Upaya memperluas pasar UMKM Sumatera Selatan tidak berhenti pada pameran secara luring. Sebanyak 17 UMKM Sumsel juga difasilitasi untuk mengikuti business matching ekspor, sehingga memiliki kesempatan bertemu dengan calon mitra dan pembeli dari pasar internasional.

Sementara itu, sebanyak 32 UMKM Sumatera Selatan lainnya mengikuti rangkaian KKI 2026 secara daring.

Perluasan kanal tersebut memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen, calon pembeli, mitra bisnis, serta jaringan pasar domestik dan global tanpa terbatas oleh ruang dan lokasi.

Partisipasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi. Pelaku usaha juga didorong untuk memperkuat kualitas produk, merek atau branding, digitalisasi, akses pembiayaan, serta jejaring bisnis agar lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.

KKI 2026 Hadirkan Lebih dari 1.800 UMKM

Sebagai penyelenggaraan KKI yang ke-11, KKI 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan. Lima aspek kebaruan tersebut meliputi program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.

Konsep KKI Bijak mengedepankan prinsip zero emission dan zero waste to landfill, sekaligus mengembangkan zona hijau dalam penyelenggaraan kegiatan.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM. Sementara itu, pameran daring melalui platform digital Karya Kreatif Indonesia melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang mencatat partisipasi 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga berbagai kegiatan interaktif dan instalasi hijau.

Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Membuka Jalan bagi UMKM Sumsel Naik Kelas

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk membangun ekosistem UMKM yang inklusif, tangguh, berdaya saing dan berkelanjutan.

Bagi Sumatera Selatan, keikutsertaan puluhan UMKM dalam berbagai rangkaian KKI menjadi kesempatan penting untuk membawa produk lokal naik kelas. Bukan hanya dari sisi kapasitas produksi, tetapi juga dalam hal kualitas, branding, digitalisasi, pembiayaan, hingga kemampuan menjangkau pasar nasional dan internasional.

Kehadiran UMKM Sumatera Selatan di KKI 2026 diharapkan dapat memperkuat posisi produk unggulan daerah sekaligus menciptakan peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan semakin luasnya jejaring pasar dan kemitraan, UMKM Sumsel diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Masyarakat dapat menyaksikan KKI 2026 secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun mengikuti rangkaian kegiatannya secara daring melalui platform Karya Kreatif Indonesia.

Informasi mengenai KKI 2026 juga dapat diperoleh melalui kanal media sosial resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, @bank_indonesia_sumsel, serta kanal Karya Kreatif Indonesia, @karyakreatifindonesia. (dkd/ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *