Konjen Tiongkok Kagumi Palembang, Tawarkan Bantuan Smart City hingga Pelestarian Heritage

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kunjungan resmi Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok, Huang He, ke Kota Palembang pada Kamis (14/4/2026) membuka peluang baru bagi penguatan kerja sama lintas negara. Kunjungan ini tidak sekadar bersifat silaturahmi, tetapi juga membawa misi strategis untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari budaya, teknologi, hingga penataan kota modern.

Dalam pertemuan tersebut, Huang He menyampaikan kekagumannya terhadap Palembang yang dikenal sebagai salah satu kota bersejarah di Indonesia. Ia menilai hubungan antara Tiongkok dan Indonesia, khususnya Palembang, telah terjalin sejak lama melalui jalur perdagangan kuno.

Menurut Huang He, kedekatan historis antara Palembang dan Tiongkok tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Jalur Sutra Maritim, yang sejak berabad-abad lalu menjadi jalur perdagangan penting antara kedua wilayah.

Ia menilai semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak masa lampau menjadi fondasi kuat untuk mempererat kerja sama di masa depan. “Palembang adalah kota sejarah yang sangat dekat dengan kami. Semangat kebersamaan ini sudah ada sejak zaman dulu. Kami juga ingin menghidupkan kembali hubungan sister city yang telah terjalin dengan Kota Zhangzhou sejak tahun 2002,” ujar Huang He.

Upaya menghidupkan kembali hubungan sister city tersebut dinilai dapat membuka peluang kolaborasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, budaya, ekonomi, hingga teknologi.

Dalam kesempatan itu, pihak Konsulat Tiongkok juga menawarkan kerja sama dalam pengembangan konsep smart city, yang dinilai menjadi kebutuhan penting bagi kota-kota besar dalam menghadapi tantangan urbanisasi.

Huang He menjelaskan bahwa pihaknya siap mendorong penerapan teknologi terbaru untuk mendukung pembangunan kota yang lebih efisien dan modern.

Selain itu, Tiongkok juga menunjukkan ketertarikan untuk berkolaborasi dalam pelestarian bangunan cagar budaya atau heritage di Bumi Sriwijaya. “Apa yang dilakukan Palembang dalam menjaga heritage akan kami sampaikan kepada para ahli di Tiongkok agar bisa dikolaborasikan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pelestarian bangunan bersejarah yang memiliki nilai tinggi bagi identitas budaya kota.

Kedatangan Konjen Tiongkok tersebut disambut hangat oleh Pemerintah Kota Palembang yang diwakili oleh Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani.

Ia menjelaskan bahwa Palembang menjadi kota ketiga di Pulau Sumatera yang dikunjungi Huang Ye setelah Padang dan Aceh sejak menjabat sebagai Konjen.

Menurut Isnaini, Pemerintah Kota Palembang akan bergerak cepat memanfaatkan peluang kerja sama ini, terutama dalam upaya penyelamatan aset budaya yang saat ini memerlukan perhatian serius. “Kami menyambut baik penawaran bantuan di berbagai bidang pariwisata dan budaya. Secara khusus, saya menawarkan mereka untuk membantu pemugaran bangunan cagar budaya yang kondisinya harus dilestarikan,” jelasnya.

Sebagai langkah awal kerja sama, pihak Konsulat Tiongkok telah meminta data rinci mengenai kondisi bangunan bersejarah di Palembang. Data tersebut akan dikaji oleh para ahli guna menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa upaya pelestarian dilakukan secara tepat dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat citra Palembang sebagai kota yang memiliki warisan budaya berharga dan layak dilestarikan untuk generasi mendatang.

Dengan adanya potensi kerja sama lintas negara ini, Pemerintah Kota Palembang optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu kota warisan budaya utama di Indonesia. Pelestarian bangunan heritage tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berpotensi meningkatkan sektor pariwisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Palembang dan pihak Konsulat Tiongkok, diharapkan upaya pelestarian budaya dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendorong penerapan teknologi modern dalam pembangunan kota. Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa Palembang tidak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kota modern yang tetap menjaga warisan budayanya. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *