Lahat  

Leman C Bangun Hauling Road, Wabup Lahat : Ini Jawaban Keresahan Merapi Area Sejak 2009

ist

Lahat, bidiksumsel.com – Kabar baik datang dari Kabupaten Lahat. Putra daerah Lahat, Leman C, melalui perusahaan PT Levi Bersaudara Abadi (LBA) membangun jalan khusus (hauling road) angkutan batubara. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, sekaligus mengalihkan kendaraan angkutan batubara dari jalan umum ke jalur khusus. Sabtu, 14 Februari 2026.

Selama bertahun-tahun, jalur umum khususnya di kawasan Merapi Area menjadi saksi panjang persoalan klasik: kemacetan, kerusakan jalan, polusi debu, hingga kekhawatiran warga terhadap risiko kecelakaan akibat padatnya lalu lintas truk batubara. Kehadiran hauling road ini dinilai menjadi titik balik penting dalam tata kelola aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.

Komisaris PT LBA, Leman C, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel), Pemerintah Kabupaten Lahat (Pemkab Lahat), serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan jalan khusus tersebut.

“Pembangunan hauling road ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjalankan operasional pertambangan yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Leman.

Menurutnya, keberadaan jalan khusus menjadi langkah penting agar distribusi batubara dapat berlangsung lebih tertib. Selain itu, hauling road diyakini mampu meminimalkan risiko kecelakaan, menekan dampak sosial, serta mengontrol gangguan terhadap lingkungan.

Leman menegaskan bahwa sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, perusahaan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga diterima dengan baik oleh masyarakat yang selama ini menjadi pihak paling terdampak.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyebut pembangunan jalan hauling merupakan jawaban atas keresahan masyarakat yang sudah berlangsung lama, khususnya di wilayah Merapi Area.

Ia mengingatkan kembali situasi krisis yang sempat terjadi pada 2018, ketika kemacetan parah akibat tingginya lalu lintas truk batubara dari Lahat menuju Palembang memicu gelombang protes.

Kala itu, demonstrasi masyarakat berlangsung berhari-hari sebagai bentuk penolakan terhadap dampak kemacetan dan gangguan lingkungan yang semakin parah.

Menurut Widia, kebijakan Gubernur Sumsel pada 2018 untuk mengalihkan angkutan batubara dari jalan umum menjadi langkah awal penyelesaian. Namun, integrasi jalan khusus dari perusahaan menuju jalur hauling masih menjadi pekerjaan rumah yang bertahun-tahun belum terselesaikan.

Kini, inisiasi PT LBA dinilai menjadi jawaban yang selama ini ditunggu.

“Ini merupakan sejarah bagi Kabupaten Lahat. Sejak 2009 jalan Merapi selalu dilalui angkutan batubara. Kini, di masa kepemimpinan sekarang, jalan khusus dapat terealisasi,” terang Widia.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hauling road bukan sekadar proyek biasa, melainkan simbol perubahan kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, juga menyampaikan apresiasi kepada para penggagas, mitra, serta PT LBA atas terselenggaranya pembangunan jalan khusus tersebut.

“Saya bangga kepada Kabupaten Lahat dan para penggagas jalan khusus batu bara ini. Ini harus menjadi contoh bahwa masyarakat Sumsel, khususnya di Lahat, terbuka terhadap investasi, namun tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan,” ujar Deru.

Deru menegaskan, keberadaan jalan khusus harus memastikan pengusaha dapat beroperasi dengan aman tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat. Ia juga menyampaikan harapan besar agar setelah hauling road beroperasi, tidak ada lagi angkutan batubara yang melintasi jalan umum.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin menegakkan komitmen: investasi boleh berjalan, tetapi ketertiban, keselamatan warga, serta kualitas lingkungan tidak boleh dikorbankan.

Selain menyelesaikan persoalan kemacetan dan dampak lingkungan, Gubernur Herman Deru menilai pembangunan hauling road juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru.

Dengan beroperasinya jalan khusus, aktivitas pertambangan dapat lebih tertib, distribusi lebih efisien, dan rantai ekonomi pendukung dapat tumbuh secara lebih teratur. Mulai dari kebutuhan tenaga kerja, jasa pemeliharaan jalan, hingga peluang usaha masyarakat sekitar yang muncul dari meningkatnya aktivitas ekonomi yang lebih tertata.

Pemprov Sumsel dan Pemkab Lahat berharap, ke depan keseimbangan antara investasi dan kepentingan masyarakat dapat benar-benar terjaga.

Hauling road PT LBA pun diharapkan menjadi contoh bahwa industri pertambangan tidak harus identik dengan konflik sosial. Dengan tata kelola yang tepat, koordinasi yang kuat, serta komitmen yang konsisten, pertambangan bisa berjalan beriringan dengan keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat. (agusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *