Lahat, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Ketahanan Pangan bersinergi dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Lahat menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran menjelang bulan suci Ramadhan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Halaman Gedung Olahraga (GOR) Lahat pada Selasa (10/2/2026). Dalam kegiatan ini, IWAPI menjual beras SPHP dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, yakni Rp52.000 per kampil, karena mendapatkan subsidi dari IWAPI. Antusias masyarakat terlihat tinggi, hingga penjualan beras SPHP tercatat mencapai 6 ton atau sekitar 1.200 kampil.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lahat, Ibni Nuris, SE, MM, melalui Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan, Ahmad Firdaus, SP, MMA, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51. Pada momentum tersebut, IWAPI menginisiasi pasar murah dengan menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog untuk mendistribusikan beras SPHP kepada masyarakat.
“Ini dalam rangka HUT IWAPI ke-51. Mereka mengadakan pasar murah bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Bulog dengan menjual beras SPHP. Ini merupakan langkah strategis agar distribusi beras SPHP tepat sasaran kepada masyarakat,” ujar Firdaus.
Ia menambahkan, kolaborasi ini memiliki peran penting dalam memangkas rantai distribusi sehingga harga beras dapat dijaga tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.
“Kolaborasi ini berperan penting dalam memangkas rantai distribusi dan memastikan harga beras tetap terjangkau,” lanjutnya.
Ahmad Firdaus menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan, sekaligus menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi daerah.
“Tujuannya untuk membantu masyarakat serta mengendalikan inflasi daerah. Ini sangat membantu masyarakat yang sedang membutuhkan apalagi menjelang bulan puasa ini,” jelasnya.
Menurutnya, program seperti ini terbukti efektif dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama saat memasuki periode meningkatnya kebutuhan rumah tangga menjelang Ramadhan dan Idulfitri.
Selain bekerja sama dengan IWAPI, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lahat juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Program tersebut menyalurkan beberapa komoditas pangan strategis dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Adapun harga komoditas yang disalurkan dalam GPM tersebut, di antaranya :
- Beras SPHP seharga Rp57.000
- Minyakita seharga Rp15.500
- Minyak goreng premium Be Food seharga Rp19.000 per liter
Firdaus menilai program GPM maupun pasar murah yang dilakukan IWAPI merupakan program yang sangat bagus dan nyata manfaatnya bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, terutama menjelang momen-momen besar yang biasanya memicu kenaikan harga.
“Program ini sangat bagus. Apalagi mereka setiap tahun seperti ini menjelang Ramadhan, Lebaran, dan perayaan lain. Ini sangat membantu masyarakat. Diharapkan bisa ditiru oleh organisasi-organisasi lain yang ada di Kabupaten Lahat,” harapnya.
Kegiatan penyaluran beras SPHP ini juga menunjukkan bahwa menjaga ketahanan nasional tidak hanya dilakukan melalui sektor pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui sektor pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat seperti IWAPI, serta Bulog dinilai sebagai bentuk kolaborasi konkret untuk menjaga stabilitas pangan, mengendalikan inflasi, dan melindungi masyarakat dari dampak lonjakan harga.
Dengan langkah seperti ini, Pemkab Lahat berharap masyarakat dapat menjalani bulan Ramadhan dengan lebih tenang, tanpa terbebani lonjakan harga pangan, terutama komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok utama. (agusman)













