Pempek Honey Jadi Mitra Strategis Nelayan Palembang, Sinergi Baru UMKM Perikanan

Pengurus HNSI DPC Kota Palembang melakukan kunjungan ke Pempek Honey dalam rangka sinergi dan kolaborasi antara organisasi nelayan dan pelaku usaha perikanan, hari Senin, tanggal 1 September 2025/ist

HNSI Kota Palembang Jalin Sinergi dengan Pempek Honey, Perkuat Pemberdayaan Nelayan dan UMKM Perikanan

Palembang, bidiksumsel.com – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Palembang melakukan kunjungan silaturahmi ke CV Honey Group (Resto Pempek Honey) pada Senin, 1 September 2025. Pertemuan ini menjadi langkah awal sinergi strategis dalam memperkuat pemberdayaan nelayan sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor perikanan di Sumatera Selatan.

Ketua DPC HNSI Kota Palembang, Dody Nurumi Destara, melalui Sekretaris DPC HNSI, Muda Ali, menegaskan bahwa agenda tersebut tidak sekadar silaturahmi, melainkan juga bagian dari strategi memperkuat jejaring pemasaran hasil tangkapan nelayan dan produk olahan berbasis ikan.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak CV Honey Group yang sudah menerima kami dengan baik, dalam rangka silaturahmi sekaligus penyampaian visi, misi, serta program kerja DPC HNSI Kota Palembang,” ujar Muda Ali, Rabu (3/9/2025).

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi nelayan dan pelaku usaha lokal seperti CV Honey Group akan membuka peluang lebih luas bagi nelayan. Dengan adanya mitra strategis, nelayan tidak hanya memiliki pasar yang lebih pasti, tetapi juga mendapatkan dukungan dalam hal peningkatan kualitas produk, pelatihan kewirausahaan, hingga distribusi yang lebih terjamin.

“Kolaborasi seperti ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis perikanan di Sumsel, khususnya Palembang,” tambahnya.

Sementara itu, Corporate Marketing Manager CV Honey Group, Ayatullah Hubaidata, menyambut baik inisiatif HNSI tersebut. Ia menuturkan bahwa Pempek Honey selama ini memiliki kebutuhan bahan baku ikan dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

“Penjualan hasil dari perikanan, baik ikan giling maupun pempek ikan, per harinya bisa mencapai 1–2 ton. Itu belum termasuk kebutuhan ikan dari mitra-mitra Pempek Honey lainnya,” jelas Ayatullah.

Menurutnya, keterlibatan nelayan lokal dalam rantai pasok Pempek Honey akan memberikan dampak signifikan. Selain memastikan ketersediaan bahan baku segar, nelayan juga memperoleh kepastian pasar dengan harga yang lebih stabil.

Muda Ali juga membuka wacana bahwa sinergi HNSI dengan CV Honey Group dapat dijajarkan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) baik di tingkat provinsi maupun kota. Melalui CSR, nelayan dan UMKM perikanan berpeluang mendapatkan dukungan berupa pelatihan, permodalan, hingga bantuan teknologi pengolahan ikan.

“Group difokuskan pada pelatihan kewirausahaan, peningkatan nilai tambah produk perikanan, serta perluasan pasar bagi hasil tangkapan nelayan dan produk olahan berbasis ikan. Bisa saja sinergi HNSI dan CV Honey Group ini masuk dalam program CSR Sumsel dan Kota Palembang,” jelasnya.

Sebagai catatan, HNSI lahir pada 21 Mei 1973, berangkat dari semangat penyatuan berbagai organisasi nelayan yang tersebar di Indonesia. Hingga kini, HNSI terus berperan sebagai wadah perjuangan nelayan dalam memperjuangkan hak-hak ekonomi, sosial, dan politik mereka.

Di Palembang, HNSI berupaya memperkuat kelembagaan nelayan agar mampu bersaing di tengah dinamika industri perikanan modern. Melalui sinergi dengan pemangku kepentingan lokal, HNSI menargetkan nelayan tidak lagi berada pada posisi lemah dalam rantai distribusi, melainkan menjadi mitra yang diperhitungkan.

Dengan terjalinnya kerja sama antara HNSI Kota Palembang dan CV Honey Group, diharapkan nelayan mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar modern, sementara UMKM perikanan memperoleh ruang untuk berkembang. Bagi Pempek Honey, kolaborasi ini juga menguntungkan karena memperkuat pasokan bahan baku yang berkelanjutan.

Kerja sama ini bukan hanya sebatas bisnis, melainkan juga bagian dari upaya bersama membangun ekosistem perikanan Palembang yang berdaya saing. Jika berhasil dikembangkan, model kolaborasi ini berpotensi direplikasi ke kabupaten/kota lain di Sumsel, sehingga nelayan lokal benar-benar merasakan manfaat nyata dari industri perikanan yang berkembang.

Dengan semangat sinergi, nelayan Palembang kini memiliki harapan baru: tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga aktor utama dalam menggerakkan ekonomi perikanan daerah. (oh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *