SDN 75 Palembang Kekurangan Ruang Kelas, Ini Solusi Pemkot

fhoto : ist

Sekda Palembang Tinjau SDN 75, Siapkan Lahan Baru untuk Sekolah Tahun 2026

Palembang, bidiksumsel.com – Rabu, 11 Juni 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 75 di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Seberang Ulu 1, sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan dengan seluruh kepala sekolah dasar negeri se-Kota Palembang yang digelar beberapa waktu lalu di Dinas Pendidikan.

Dalam kunjungannya, Aprizal menemukan kondisi keterbatasan ruang kelas yang cukup memprihatinkan. Ia menyebutkan bahwa jumlah siswa di SDN 75 mencapai sekitar 600 murid, namun jumlah ruang kelas yang tersedia hanya 7 ruangan.

“SDN 75 ini total memiliki 600 murid tetapi ruang belajarnya masih kurang,” ujar Aprizal kepada awak media.

Aprizal menjelaskan bahwa sesuai arahan dari Wali Kota Palembang Ratu Dewa, setiap bangunan sekolah harus memiliki ruang kelas yang memadai dan seimbang dengan jumlah murid yang ditampung, agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung secara optimal dan aman.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda juga menyampaikan bahwa pihaknya menemukan tanah milik Pemerintah Kota Palembang yang terletak hanya sekitar 300 meter dari lokasi gedung SDN 75 saat ini.

“Ada tanah Pemkot yang cukup untuk dibangunkan tempat baru. Mudah-mudahan di tahun 2026 dapat direalisasikan,” jelasnya.

Rencana pembangunan sekolah baru ini, menurut Aprizal, menjadi salah satu prioritas Pemkot dalam meningkatkan infrastruktur pendidikan dasar. Ia juga menyatakan bahwa proses identifikasi aset dan perencanaan pembangunan akan segera dilakukan melalui koordinasi lintas sektor.

Kepala Sekolah Harapkan Relokasi Segera

Kepala SDN 75, Setiogohadi, membenarkan bahwa sekolahnya saat ini memang mengalami kekurangan ruang belajar yang signifikan. Ia mengatakan bahwa dengan hanya 7 ruang kelas untuk 600 siswa, proses belajar harus dibagi ke dalam beberapa sesi dan ruang multifungsi.

“Total kita hanya memiliki 7 ruang kelas, sementara jumlah murid mencapai 600 siswa,” ungkapnya.

Setiogohadi menyambut baik peninjauan dan perhatian yang diberikan oleh Sekda Palembang. Ia berharap, Pemkot dapat segera merealisasikan pembangunan sekolah baru di lokasi yang telah ditinjau.

“Dengan respon cepat dari Sekda, semoga tahun depan kita sudah bisa pindah di tempat baru,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Palembang dalam mengatasi persoalan infrastruktur pendidikan, terutama di tingkat dasar. Ketidakseimbangan antara jumlah murid dan ruang belajar telah menjadi sorotan, dan penanganan cepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi warga Palembang.

Langkah selanjutnya yang direncanakan adalah penyusunan detail perencanaan pembangunan (DED) serta alokasi anggaran yang memungkinkan pembangunan gedung sekolah baru dimulai paling lambat pada tahun anggaran 2026. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *