Dinas Perkimtan Palembang Tindak Cepat Pohon Rapuh di Ki Marogan, Listrik Kembali Normal
Palembang, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Palembang kembali menunjukkan respons cepat terhadap persoalan lingkungan dan keselamatan publik. Pada Jumat pagi (30 Mei 2025), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Perkimtan) Kota Palembang melakukan penebangan pohon mati yang dianggap membahayakan di Jalan Ki Marogan, Lorong Pelangi RT 35 RW 07.
Pohon yang telah rapuh tersebut sebelumnya sempat tumbang dan mengakibatkan gangguan listrik di wilayah sekitarnya. Beruntung, tim teknis PLN segera turun tangan dan berhasil memperbaiki jaringan yang terdampak. Saat ini, listrik sudah kembali normal dan aktivitas warga pun berjalan lancar tanpa gangguan.
Langkah antisipatif penebangan pohon oleh Dinas Perkimtan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan warga, terutama di musim pancaroba yang rawan kejadian seperti pohon tumbang.
Walikota Palembang, H. Ratu Dewa, terus mendorong aparatur pemerintah hingga ke tingkat kelurahan untuk aktif dan responsif dalam menyikapi berbagai persoalan di masyarakat. Hal ini tercermin dalam program Gerakan Anti Mager (Malas Gerak), yang menuntut setiap perangkat daerah untuk turun langsung ke lapangan.
Salah satu contoh implementasi dari gerakan tersebut adalah Lurah Kemang Agung, Budi Laksana, SE., MM., yang turut hadir dan memantau langsung proses penanganan pohon rapuh di lokasi.
“Kami selalu siap mendukung program Walikota Ratu Dewa demi terwujudnya Palembang Berdaya, Palembang Sejahtera. Gerakan Anti Mager ini menjadi motivasi kami untuk turun langsung melihat kondisi warga dan menyelesaikan masalah dengan cepat,” ujar Budi Laksana kepada awak media.
Gangguan listrik akibat pohon tumbang sempat membuat aktivitas warga terganggu. Namun berkat koordinasi yang cepat antara pemerintah kelurahan dan PLN, situasi berhasil ditangani dalam waktu singkat. Tidak ada laporan korban atau kerusakan berat akibat insiden tersebut.
Pihak PLN mengimbau warga untuk segera melapor jika melihat pohon tumbuh terlalu dekat dengan jaringan listrik, guna mencegah potensi bahaya serupa di kemudian hari.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial dalam menjaga lingkungan. Dinas Perkimtan mengajak warga untuk lebih peduli terhadap keberadaan pohon-pohon tua atau mati di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.
“Jika masyarakat melihat pohon yang tampak rapuh atau rawan tumbang, segera laporkan ke kelurahan atau dinas terkait. Langkah preventif lebih baik daripada menunggu sampai terjadi kerugian,” ujar perwakilan Dinas Perkimtan.
Dengan gerakan seperti Anti Mager dan penanganan cepat lintas dinas, Kota Palembang semakin memperkuat posisinya sebagai kota yang aktif, tanggap, dan berpihak pada keselamatan warganya. Semangat kolaborasi ini diharapkan terus tumbuh, agar setiap masalah yang muncul dapat diselesaikan dengan efisien dan tepat sasaran. (rd)












