Tangis Haru Rayhana Disambut Dewi Sastrani di Tengah Puing Kebakaran

fhoto : ist

Palembang, bidiksumsel.com – Suasana haru menyelimuti Jalan M. Isa Lorong Sikam RT 25 RW 07, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III. Di antara puing-puing sisa kebakaran yang masih menghitam, Rayhana, pemilik rumah yang terbakar, berdiri menyambut kedatangan Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani.

Didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Palembang Ida Royani dan Camat Ilir Timur III Rusmeidi Saputra, Dewi datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga pelukan dan simpati yang tulus. Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu siang, 12 April 2025, memang menyisakan luka. Satu rumah milik Rayhana hangus terbakar, terutama di bagian dapur dan kamar tidur. Untungnya, bagian depan rumah masih selamat dari jilatan api.

Sesaat setelah turun dari mobil, Dewi menyapa warga sekitar dan langsung berjalan menuju lokasi kejadian. Di sana, ia melihat langsung sisa-sisa kebakaran: dinding yang hangus, atap yang runtuh, dan bau asap yang masih menyengat.

Dengan nada lembut, ia menyapa Rayhana yang masih tampak syok. “Semoga Allah mengganti rezekinya dengan yang lebih baik lagi, Ibu,” ucap Dewi sambil menggenggam tangan korban.

Tak hanya kata-kata, Dewi juga memberikan paket sembako berisi beras, gandum, minyak goreng, dan mie instan, serta uang santunan untuk membantu meringankan beban Rayhana dalam memulai kembali kehidupannya.

Apresiasi untuk Warga dan Tim Damkar

Selain menyalurkan bantuan, Dewi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada warga sekitar dan petugas pemadam kebakaran yang dinilainya sigap dalam menanggulangi musibah ini.

“Terima kasih kepada semua yang sudah bertindak cepat memadamkan api. Ini bentuk gotong royong yang luar biasa, yang harus terus kita jaga di tengah masyarakat,” ujar Dewi dengan penuh apresiasi.

Kehadiran warga sekitar saat musibah terjadi, membantu menyelamatkan barang-barang dan memberikan pertolongan pertama, menjadi bukti bahwa solidaritas di lingkungan Lorong Sikam masih sangat kuat.

Kebakaran mungkin telah menghanguskan bagian rumah Rayhana, tapi tidak memadamkan semangatnya. Ia mengucapkan terima kasih kepada Dewi dan rombongan yang telah datang langsung ke rumahnya, meski dalam keadaan sulit.

“Saya tidak menyangka Ibu Dewi bisa datang langsung. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga kebaikannya dibalas Allah,” kata Rayhana, matanya berkaca-kaca.

Camat IT III, Rusmeidi Saputra, memastikan bahwa pihak kecamatan bersama kelurahan juga akan terus membantu korban. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan dinas sosial agar Rayhana mendapat bantuan lanjutan untuk proses rehabilitasi rumah.

Kisah Rayhana adalah satu dari banyak cerita tentang bagaimana kehidupan bisa berubah dalam sekejap. Tapi ia juga menjadi pengingat, bahwa di balik musibah, masih ada kepedulian dan tangan-tangan tulus yang hadir memberikan kekuatan.

Kunjungan Dewi Sastrani hari itu bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi penguat moral bagi korban dan warga sekitar bahwa mereka tidak sendiri. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *