Bank Mandiri Serahkan 1700 Paket Tong Ikan dan Planter Bag Untuk 17 Kabupaten/Kota

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Dukung Program Sumsel Mandiri Pangan (SMP)

Palembang, bidiksumsel.com – Bank Mandiri Region II Sumatera II menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk program Sumsel Mandiri Pangan (SMP) berupa 1.700 tong ikan dan planter bag di Lorong Roda Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Senin, (17/01/2022).

Acara yang dihadiri langsung Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Widada Sukrisna, Deputi Regional Operation Head Bank Mandiri Region II Sumatera II Azahari Fikri dan Lurah Talah Semut Ricky Pratama beserta Jajarannya.

Iwan Setiawan Government Business Head Mandiri Region II Sumatera II menjelaskan, bahwa bantuan tersebut dalam rangka mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel Mandiri Pangan (SMP) yang di gagas oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

“Kami telah mengirimkan sebanyak 1700 tong ikan dan planter bag ke seluruh desa-desa di 17 kabupaten/kota di Sumsel dengan senilai Rp 1,7 Milyar,” kata Iwan Setiawan.

Ia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat bagi penerima nya, bisa mengurangi masyarakat dari kemiskinan dan bisa merubah mindset masyarakat dari membeli menjadi menghasilkan.

“Untuk di kelurahan Talang semut ada 20 paket tong ikan dan planter bag untuk 20 penerima dan ke depannya Bank Mandiri akan terus mendukung program pemerintah yakni Sumsel Mandiri Pangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Widada Sukrisna mengatakan, Bank Mandiri membantu sarana dan prasarana untuk masyarakat yang masuk dalam kategori masyarakat rumah tangga miskin.

“Bantuan tersebut untuk menggugah masyarakat bahwa yang sekarang berpikir membeli-membeli kebutuhan seperti cabe, sayuran-sayuran, buah buahan, ikan dan ayam, di harapkan dengan bantuan ini bisa tidak membeli lagi,” kata Widada.

Untuk kategori daerah miskin bisa ditekan karena standar untuk mengukur bahwa daerah itu penduduknya miskin dari asupan yang masuk kedalam badannya bukan dari pendapatan dan pengeluarannya.

“Maka dari itulah Gubernur kita mencanangkan program SMP ini,” ujarnya.

Bantuan ini seharusnya di beri kan di tahun 2021 lalu, dikarenakan terlambat dalam pengadaan, maka baru di berikan di awal tahun 2022.

“Akan tetapi ditahun 2022 ini akan lebih banyak lagi bantuannya, baik dari Gubernur, kemudian dari masing-masing Bupati Walikota maupun dari CSR- CSR lainnya, sehingga di rencanakan di tahun 2024 nanti, semua masyarakat yang dikategorikan masyarakat rumah tangga miskin akan terbantu kan oleh sarana tersebut,” pungkasnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *