Palembang, bidiksumsel.com – Malam penganugerahan top inovasi pelayanan publik bidang pendidikan Kota Palembang sekaligus Launching Aplikasi Griya Inovasi Pendidikan (GJP) kota Palembang diadakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Palembang, Jalan Pramuka, Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar Kota Palembang. Senin Malam (29/11/2021).
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PAN RB) Republik Indonesia (RI) Prof Dr Diah Natalisa M.BA mengapresiasi kegiatan tersebut dikarenakan sejalan dengan gerakan One Agency One Innovation yang sudah di gaungkan pihaknya sejak tahun 2014 lalu.
“Sejak tahun 2014 lalu kami mewajibkan setiap institusi membuat inovasi pelayanan publik dalam setahun, dan Dinas Pendidikan Kota Palembang sangat luar biasa sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendorong unit-unit lainnya dan sekolah-sekolah untuk melakukan inovasi sehingga memunculkan inovasi yang sangat baik,” jelasnya.
Ia berharap kedepan tidak hanya memunculkan inovasi yang terbukti dengan kemanfaatannya, tetapi juga dapat disebarluaskan dan diterapkan kepada unit-unit lainnya. “Sehingga percepatan di dalam melayani masyarakat dalam bidang pendidikan dan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” harap nya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kadisdik Kota Palembang H Ahmad Zulinto S.Pd MM mengungkapkan beberapa bulan yang lalu mengajak para kepala sekolah untuk memberikan inovasi-inovasinya termasuk gurunya di pendidikan sekolah nya.
“Ada 180 inovasi yang disampaikan Kepala Sekolah di dalam penganugerahan top inovasi tersebut dan yang memenuhi persyaratan secara administrasi ada 100 inovasi,” katanya.
Kemudian lanjutnya, tim penilai mengkrucutkan lagi menjadi 20 top inovasi terbaik dan yang diberikan penganugerahan kepada 10 top inovasi yang terbaik. Ia berharap kepada para guru dan Kepala Sekolah baik dari tingkat TK, SD dan SMP agar sama-sama berkreasi berinovasi.
“Mari berkreasi dan berinovasi untuk membangun negeri ini dalam bidang pendidikan baik dalam bidang pembelajaran maupun model pembelajaran atau inovasi-inovasi lain yang dimiliki sekolah, yang penting ada pembaharuan,” tuturnya.
Ia pun mengatakan pihaknya mulai tahun 2019 lalu telah menyumbang kota Palembang Dana Instenaif Daerah (DID) yang begitu besar yakni 7.6 miliar pertama hasil inovasi Selfi kita di Penjara dan mendapatkan 8.6 miliar tahun berikutnya inovasi Poltabes di Disdik.
“Di tahun ini kita mendapatkan 8.1 miliar DID, juga berkaitan dengan 15 top inovasi khusus yang diberikan kepada Lembaga Pembina Khusus Anak (LPKA),” ujarnya Zulinto.
Untuk kriteria penilaian yakni dinilai dari kebaruan yang dibuat sebagai inovasi dan bagaimana penulisan yang dibuat karena inovasi ini merupakan sejenis karya ilmiah yaitu latar belakangnya apa dan standarnya bagaimana yang harus dimiliki oleh orang yang membuat top inovasi itu sendiri.
“Ada beberapa langkah administrasi yang harus mereka lakukan yang dinilai oleh tim khusus independen yang menunjuk inovasi mana yang paling bagus,” katanya.
Zulinto pun berharap kedepannya kegiatan penganugerahan inovasi ini menjadi agenda tahunan sehingga setiap tahun akan diadakan untuk menjaring top-top inovasi dari bidang pendidikan.
“Kemungkinan besar pada saatnya inovasi ini menjadi inovasi nasional yang bisa membanggakan Palembang sebagai inovasi yang luar biasa,” pungkasnya.(dkd)












