Ogan Ilir, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Dinas Kesehatan kembali memberikan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak usia dini. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Lomba Balita Indonesia tingkat Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir, Selasa, 21 Juli 2026. Puluhan balita dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir ambil bagian dalam kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk melihat sejauh mana kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, serta pola pengasuhan anak diterapkan dalam lingkungan keluarga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, drg Suryadi Muchzal, mengatakan peserta yang mengikuti lomba berasal dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Menurutnya, peserta dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan usia. Kategori pertama diperuntukkan bagi balita berusia 6 hingga 24 bulan. Sementara kategori kedua diikuti anak usia 24 hingga 59 bulan. “Ada puluhan balita yang ikut dari seluruh kecamatan, yang terbagi dalam kategori usia 6-24 bulan dan 24-59 bulan,” ujar Suryadi.
Pembagian berdasarkan kelompok usia tersebut dilakukan untuk menyesuaikan indikator penilaian dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak. Pasalnya, kebutuhan serta kemampuan anak pada setiap fase usia memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam menentukan pemenang, Dinas Kesehatan Ogan Ilir melibatkan tim penilai dari berbagai bidang keahlian. Tim multidisiplin tersebut terdiri atas dokter spesialis anak, dokter, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut membuat penilaian tidak hanya berfokus pada kondisi fisik balita. Aspek perkembangan psikologis, pemenuhan kebutuhan gizi hingga pola pengasuhan di dalam keluarga turut menjadi bagian penting dalam proses penilaian. “Adapun aspek penilaian yakni kesehatan, pertumbuhan, perkembangan, dan pola asuh keluarga,” kata Suryadi.
Dengan demikian, Lomba Balita Indonesia tidak semata-mata mencari balita yang dinilai unggul dalam satu aspek tertentu. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk melihat kondisi anak secara lebih menyeluruh, sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak masa awal kehidupan.
Bagi orang tua, masa balita merupakan periode yang membutuhkan perhatian khusus. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak perlu dilakukan secara berkala sehingga apabila ditemukan persoalan kesehatan atau perkembangan, dapat segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai. Melalui kegiatan seperti ini, orang tua juga dapat memperoleh wawasan mengenai pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang, penerapan pola asuh yang tepat, serta pemantauan perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya.
Setelah melalui proses penilaian di tingkat Kabupaten Ogan Ilir, para balita yang berhasil meraih posisi terbaik selanjutnya akan membawa nama daerah pada Lomba Balita Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Ajang tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada pekan berikutnya. Para pemenang tingkat kabupaten diharapkan dapat mempersiapkan diri sekaligus menjadi representasi dari upaya pembinaan kesehatan anak yang dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir.
Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut dan berkesempatan menyerahkan hadiah secara langsung kepada para pemenang Lomba Balita Indonesia tingkat Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Ardani menilai kegiatan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menentukan pemenang. Menurutnya, lomba dapat menjadi sarana edukasi bagi para orang tua agar semakin memahami pentingnya pola pengasuhan yang baik, pemenuhan gizi seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas kesehatan, tumbuh kembang, serta pemenuhan gizi balita sejak usia dini,” katanya.
Menurut Ardani, perhatian terhadap kesehatan anak harus dimulai sejak usia dini. Kualitas kesehatan dan tumbuh kembang pada masa balita menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan anak menghadapi tahapan kehidupan berikutnya.
Karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting. Orang tua bukan hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar anak, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan fisik, kemampuan belajar, kondisi psikologis, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak.
Pelaksanaan Lomba Balita Indonesia di Ogan Ilir juga menjadi momentum untuk mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam menjaga kesehatan anak. Pemantauan tumbuh kembang tidak seharusnya hanya dilakukan ketika anak mengalami gangguan kesehatan. Pemeriksaan dan pemantauan secara berkala dapat membantu orang tua mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan sesuai dengan tahapan usianya.
Di sisi lain, pemenuhan gizi seimbang juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tumbuh kembang balita. Asupan makanan yang baik perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak, sementara kebiasaan hidup sehat perlu dibangun sejak usia dini.
Pola asuh juga memiliki peran penting. Interaksi antara orang tua dan anak, pemberian stimulasi sesuai usia, perhatian terhadap kebutuhan emosional, serta lingkungan keluarga yang aman dan mendukung merupakan bagian dari proses perkembangan anak.
Karena itu, kegiatan yang mempertemukan unsur kesehatan, psikologi, gizi dan keluarga seperti Lomba Balita Indonesia dapat menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan lomba. Pengetahuan yang diperoleh para orang tua diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh anak dan keluarga.
Ardani juga menaruh harapan agar kegiatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para orang tua untuk semakin memperhatikan kesehatan dan perkembangan anak sejak usia dini. Perhatian tersebut menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Anak-anak yang tumbuh sehat, mendapatkan asupan gizi yang baik, memperoleh pola asuh yang tepat, serta mendapatkan stimulasi sesuai tahap perkembangannya diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas.
Pada akhirnya, Lomba Balita Indonesia Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026 bukan hanya menjadi ajang untuk memilih balita terbaik yang akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama, terutama keluarga dan pemerintah.
Dengan perhatian yang diberikan sejak usia dini, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir berharap dapat ikut mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi emas Indonesia di masa mendatang. (rel)












