Muba  

HUT ke-24 Banyuasin Jadi Momen Haru, Kehadiran Bupati Muba Simbol Ikatan Sejarah yang Tak Terpisahkan

ist

Muba, bidiksumsel.com – Kabupaten Banyuasin resmi memasuki usia ke-24 pada tahun 2026. Momentum bersejarah tersebut diperingati melalui Rapat Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuasin yang berlangsung khidmat di Gedung Rapat Paripurna DPRD Banyuasin, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Pangkalan Balai, Jumat (10/04/2026).

Peringatan hari jadi tahun ini mengusung tema “Terus Bergotong Royong untuk Banyuasin Bangkit, Adil, dan Sejahtera Berkelanjutan”, yang mencerminkan semangat kolektif dalam membangun daerah secara berkesinambungan. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Bupati Banyuasin Askolani Jasi, serta Wakil Bupati Netta Indian.

Momentum peringatan HUT ke-24 Banyuasin terasa semakin istimewa dengan kehadiran Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet. Kehadirannya tidak sekadar memenuhi undangan seremonial, melainkan menjadi simbol eratnya hubungan historis antara Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Musi Banyuasin sebagai daerah induk.

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Banyuasin merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin. Oleh karena itu, hubungan emosional dan historis kedua daerah hingga kini tetap terjaga kuat sebagai bagian dari perjalanan pembangunan wilayah di Sumatera Selatan.

Bupati Toha Tohet hadir bersama delegasi dari Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, di antaranya Ketua DPRD Musi Banyuasin, Afitni Junaidi Gumay, serta jajaran wakil ketua DPRD yakni Irwin Zulyani, Ahmadi, dan Edi Pramono, bersama sejumlah pejabat eselon lainnya.

Kehadiran rombongan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dukungan berkelanjutan dari Musi Banyuasin terhadap perkembangan Kabupaten Banyuasin sebagai “saudara muda” dalam pembangunan wilayah Sumatera Selatan.

Rapat Paripurna Istimewa secara resmi dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Iwan Setiawan. Dalam suasana penuh rasa syukur, para peserta rapat menegaskan pentingnya mengenang sejarah panjang perjuangan tokoh masyarakat sejak era 1990-an yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kabupaten Banyuasin.

Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan lahirnya Kabupaten Banyuasin sebagai daerah otonom baru, yang kini terus berkembang dan menunjukkan berbagai capaian positif dalam berbagai sektor pembangunan.

Memasuki usia ke-24, Kabupaten Banyuasin menunjukkan sejumlah prestasi membanggakan. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan meraih peringkat pertama nasional dalam peningkatan produksi beras pada Februari 2026.

Selain sektor pertanian, Kabupaten Banyuasin juga mulai menarik perhatian investor internasional. Beberapa proyek besar telah direncanakan, termasuk pembangunan industri bahan baku bio-avtur yang melibatkan investor dari Jepang serta pengembangan industri pakan ternak yang disebut-sebut akan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Banyuasin tidak hanya berkembang dari sisi produksi pangan, tetapi juga mulai memasuki era industrialisasi yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memberikan analogi menarik terkait usia Kabupaten Banyuasin yang kini memasuki 24 tahun. Ia mengibaratkan usia tersebut seperti emas 24 karat, yang melambangkan kematangan, kekuatan, serta kualitas terbaik.

Menurutnya, usia 24 tahun merupakan fase penting dalam perjalanan sebuah daerah untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sinergi antardaerah yang terlihat dalam peringatan tersebut. Kehadiran sejumlah kepala daerah dari wilayah sekitar seperti Pagar Alam dan Ogan Komering Ilir dinilai sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam memperkuat konektivitas pembangunan regional.

Peringatan hari jadi ke-24 Kabupaten Banyuasin ditutup dengan doa khidmat yang dipanjatkan untuk memohon perlindungan bagi daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Sedulang Setudung dari berbagai potensi bencana dan perpecahan.

Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong serta memperkuat komitmen dalam membangun daerah.

Dengan capaian yang telah diraih serta dukungan sinergi lintas daerah, Kabupaten Banyuasin diharapkan mampu terus berinovasi dan melangkah lebih maju, mewujudkan cita-cita para tokoh pendiri yang telah memperjuangkan terbentuknya daerah ini sejak puluhan tahun silam. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *