Momen Mengharukan di Puncak Bakti Kesehatan Polda Sumsel pada Hari Bhayangkara ke-78
Palembang, bidiksumsel.com – Pada Rabu (26/6/2024), Polda Sumsel menyelenggarakan acara puncak bakti kesehatan sebagai bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-78. Acara ini berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara TK II M Hasan Polda Sumsel dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kapolda Sumsel Irjen A Rachmad Wibowo, PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI M Nauli Nurdika, Asintel Kejati Bambang PWH, serta anggota Forkopimda lainnya. Salah satu momen yang paling menyentuh dari acara ini adalah interaksi langsung antara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir di Polda Jawa Barat dengan seorang pasien bernama Adi Purnama.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel melaporkan hasil kegiatan bakti kesehatan yang telah dilaksanakan oleh jajarannya kepada Kapolri. “Kami laporkan kepada bapak Kapolri, kegiatan bakti kesehatan yang dilakukan oleh jajaran Polda Sumatera Selatan mencapai lebih dari 10% dari capaian nasional. Untuk pengobatan umum, kami melaksanakan 4.500 kegiatan, dan untuk pelayanan disabilitas kami melaksanakan sebanyak 1.245 kegiatan,” jelas Kapolda Sumsel.
Salah satu cerita yang sangat mengharukan dari acara ini adalah kisah Adi Purnama, seorang pemuda yang mengalami kecelakaan dan harus diamputasi tangannya.
“Hadir bersama kami ananda Adi Purnama yang mengalami musibah jatuh dari pohon kelapa dan terlambat penanganan pengobatannya. Tangan kanannya harus diamputasi karena kerusakan jaringan otot. Dia kemudian diberikan pengobatan, perawatan, dan peralatan mekanikal solder articulation protesis of hand oleh tim dokter Polda Sumsel. Hal ini sangat membantu meningkatkan aktivitas serta semangat Adi Purnama,” lanjut Kapolda Sumsel.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan Adi Purnama. “Bagaimana perasaannya setelah menggunakan alat bantu? Apakah sudah bisa berfungsi dengan baik, ananda Adi Purnama?” tanya Kapolri.
Adi menjawab dengan penuh syukur, “Saya menerima lengan tangan palsu mekanik. Saya berterima kasih kepada bapak Kapolri melalui bapak Kapolda. Saya dibantu diberikan lengan tangan mekanikal. Saya masih belajar, karena masih baru dua minggu menggunakan alat bantu tangan ini.”
Saat ditanya tentang perbedaannya sebelum dan sesudah menggunakan alat bantu tangan, Adi Purnama tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Saya sangat senang, terima kasih pak. Alat ini bisa membantu saya menulis dan memegang benda-benda yang sebelumnya tidak mampu saya lakukan. Sekarang saya bisa menggunakan kedua tangan, bukan hanya tangan kiri saja. Ini sangat membantu untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kapolri berharap alat bantu yang diberikan dapat berfungsi secara maksimal dan mendorong semangat Adi Purnama agar tidak putus harapan untuk terus belajar dan merasakan manfaatnya.
Acara bakti kesehatan ini tidak hanya fokus pada satu kegiatan saja. Tim dokter Rumah Sakit Bhayangkara Tk II Moh. Hasan Palembang juga menggelar berbagai kegiatan seperti donor darah, khitanan massal, penanganan dan pencegahan stunting, operasi bedah minor, operasi katarak, operasi bibir sumbing, pelayanan KB, pelatihan BHD, dan pelayanan terhadap disabilitas kepada 257 pasien. Selain itu, mereka juga memberikan sembako sebanyak 500 kantong bagi peserta dan pendamping penerima layanan kesehatan.
Kombes dr. Syamsul, selaku ketua seksi bakti kesehatan, berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di masa depan. “Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat kedepannya, terbangunnya silaturahmi antara Polri dan komponen masyarakat sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya. (tinus)












