Palembang, bidiksumsel.com – Pempek yang merupakan kuliner khas Palembang, cara membuatnya tidaklah begitu sulit. Namun takaran nya harus tepat sehingga bisa menghasilkan pempek yang memiliki rasa yang gurih, kenyal dan lembut.
Hal tersebut di ungkapkan Yenny Anggraini owner pempek cek molek, saat diwawancarai wartawan bidiksumsel.com pada hari senin, (22/05/2023).
Tentu saja, wong Palembang mengenal pengusaha pempek yang satu ini. Nama nya begitu terkenal sebagai salah satu pengusaha makanan sukses di kota Palembang dengan outlet nya yang berada di Jalan Kavten A.Rivai Palembang.
Yenny bercerita, Nama cek molek sengaja ia ambil dari nama khasnya wong Palembang yang artinya ayuk cantik atau kakak perempuan yang cantik.
Apalagi sejak awal ia merintis usaha pempek cek molek dengan tujuan menjangkau Nasional maupun Internasional. “Sehingga jika suatu waktu sudah ekspor atau mendunia orang luar itu akan tahu bahwa nama cek molek ini berasal dari Palembang Sumsel, karena mengangkat kota Palembang kita tidak bisa melepaskan pempek sebagai icon nya Palembang,” ungkapnya.
Lanjut kata Yenny, sebelum merintis pempek cek molek, Yenny memiliki jabatan sebagai kepala cabang di salah satu bank swasta yang ada di kota Palembang selama 20 tahun lamanya ia bekerja sebagai seorang bankir yang kadang ia merasa jenuh juga monoton.
“Waktu itu saya berpikir kenapa tidak ada kearifan lokal terutama pempek, yang bukan sekedar mengembangkan kearifan lokal dan bukan hanya sekedar berjualan. Namun bisa menjadi buah tangan yang bisa di bawa keluar kota bahkan ke luar negeri,” terangnya.
Oleh sebab itu, Yenny sejak awal tepatnya di bulan Desember 2015 lalu, ia merintis pempek cek molek dengan mentargetkan menuju pasar di luar kota, di karenakan di kota Palembang sendiri sudah banyak orang yang rata-rata berdagang pempek.
“Tentu saja dengan cara yang berbeda, yakni dengan kami membuka mitra reseller pempek cek molek untuk luar kota Palembang seluruh Indonesia, yang mana saat ini sudah ada 25 reseller cek molek di luar kota, paling banyak ada di Jabodetabek,” katanya.
Pihaknya berkonsentrasi ke proses produksi jadi yang menjalankan GMP dan SSOP sesuai dengan standar dan mengutamakan keamanan pangan, dan juga hasil uji laboratorium pempek cek molek sangat aman untuk di konsumsi. Sehingga pempek cek molek sudah berlisensi SNI dan berlisensi Halal.
“Dalam menjalankan bisnis pempek cek molek ini, kami memiliki visi yakni meningkatkan eksistensi makanan khas Palembang di tingkat Nasional dan Internasional, sementara untuk misi nya yaitu meningkatkan kualitas makanan daerah, dengan mengutamakan kualitas dan pelayanan juga berinovasi dalam bidang kuliner khususnya pempek,” tambahnya.
Kata Yenny, dikarenakan pempek merupakan jenis kuliner yang cukup sensitif dan tidak bisa bertahan lama untuk pengiriman ke luar kota, ia pun memanfaatkan teknologi retort yang ia kenal lewat relasi lama nya pada saat ia masih bekerja di salah satu bank swasta.
“Relasi saya itu mempunyai bisnis alat kesehatan dan ia mengenalkan kepada saya teknologi retort yang bisa membuat aman pempek dan awet disimpan di suhu ruang,” ulasnya.
Berkat teknologi retort, pempek cek molek jika dikirim keluar kota bahkan ke luar negeri yang perjalanan pengiriman nya yang bisa berhari-hari, bahkan satu tahun di perjalanan pun tidak ada masalah.
“Sebagai pelopor inovasi teknologi retort, pempek cek molek dalam menjalankan bisnis banyak di support dari instansi terkait maupun pihak lainnya sehingga jika ada pameran atau promosi di luar kota pempek Cek Molek selalu di ajak untuk pameran,” ujarnya.
Selanjutnya dalam hal pengiriman untuk ke 25 reseller pempek cek molek yang berada di luar kota Palembang, pihaknya sejak awal berdiri di setiap pengiriman selalu melalui JNE. Apalagi perusahaan tersebut memiliki jangkauan wilayah pengiriman yang luas dan sudah berdiri sejak #JNE32tahun yang lalu.
“Cek molek sejak awal berdiri untuk pengiriman sudah menjadi rekanan atau customer corporate JNE bukan lagi retail, sehingga perhitungan tarif memakai per koli bukan per kilo, yang mana pengiriman nya melalui JNE Trucking atau JTR,” imbuhnya.
Program JTR sangat menguntungkan cek molek yang mana rata-rata reseller di luar kota khususnya Jabodetabek dengan program JTR yang memakai truk dingin dengan ongkos kirim yang sangat membantu UKM. Sehingga konsumen di Jabodetabek sangat antusias membeli pempek yang langsung dari Palembang.
“#JNE32tahun peka terhadap kebutuhan konsumen, kebutuhan UKM, dimana UKM banyak menjual pempek secara online sehingga pengiriman ke Jabodetabek tidak masalah lagi,” paparnya.
Apalagi di pasca pandemi, lanjut kata Yenny, pelayanan #JNE32tahun sesuai dengan tagline nya yakni #ConnectingHappiness yang mengutamakan keamanan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam berbagai aktivitas, sehingga bisa bangkit bersama dengan #JNEBangkitBersama.
Untuk di ketahui, pempek cek molek selama kurang lebih 7 tahun ini, telah mendapatkan beberapa penghargaan, yakni :
1. UKM WOW 2016 Kemenkop UKM RI dan Markplus
2. Terpilih perwakilan produk UKM Smesco ikut pameran ke German 2017
3. Lolos kurasi 50 UKM Nasional program BSN difasilitasi SNI gratis
4. Terpilih program BIP Kemenparekraf RI 2020 untuk kategori Afirmatif
5. Terpilih program Food startup Indonesia Kemenparekraf 2021 (100 top brand kuliner FSI Kemenparekraf RI )
6.Terpilih program IKRA Bank Indonesia 2021
7. Lolos 20 UMKM Go Ekspor BPOM RI 2022. (dkd)












