Lahat  

Camat Pseksu dan Warga Sigap Tangani Tiang Listrik Roboh di Desa Lubuk Atung, Akses Jalan Berhasil Diamankan

ist

TIANG LISTRIK ROBOH DI DESA LUBUK ATUNG, CAMAT PSEKSU DAN WARGA BERGERAK CEPAT AMANKAN LOKASI

Lahat, bidiksumsel.com – Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat Kabupaten Lahat dalam menghadapi situasi darurat. Aksi cepat tanggap ditunjukkan oleh Camat Pseksu, M. Solidin, S.Pd., M.M., bersama warga Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, setelah sebuah tiang listrik dilaporkan roboh pada Senin (15/6/2026).

Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat karena berpotensi mengganggu aktivitas warga, akses transportasi, serta pasokan listrik di wilayah sekitar. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa robohnya tiang listrik mengakibatkan sebagian material dan jaringan listrik berada di sekitar badan jalan. Kondisi itu membuat warga khawatir akan risiko sengatan listrik maupun kemungkinan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas.

Mendapat laporan dari masyarakat, Camat Pseksu M. Solidin langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan koordinasi penanganan darurat bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Langkah cepat tersebut dilakukan guna memastikan situasi tetap aman serta mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

“Kami langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan masyarakat dengan mengamankan area sekitar dan segera berkoordinasi dengan pihak PLN agar aliran listrik dapat dipadamkan sementara sampai kondisi benar-benar aman,” ujar M. Solidin saat berada di lokasi kejadian.

Menurutnya, penanganan awal sangat penting dilakukan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Selain mengamankan lokasi, pihak kecamatan juga memastikan masyarakat tidak mendekati area yang berpotensi membahayakan sebelum petugas teknis melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kehadiran Camat Pseksu di lokasi mendapat respons positif dari masyarakat. Warga secara sukarela ikut membantu proses pengamanan dan pembersihan area yang terdampak. Puluhan warga bergotong royong menyingkirkan material yang menghalangi jalan serta mengatur arus lalu lintas secara sederhana agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti kuat bahwa budaya gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Tanpa menunggu instruksi panjang, warga bahu-membahu membantu proses penanganan awal demi mempercepat pemulihan kondisi di lapangan.

Selain menjaga keselamatan pengguna jalan, langkah cepat tersebut juga bertujuan mengurangi dampak gangguan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Sebab, akses jalan yang terganggu berpotensi memengaruhi mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Pihak kecamatan juga segera melakukan koordinasi intensif dengan PLN setelah menerima laporan kejadian. Langkah ini dilakukan agar penanganan teknis dapat segera dilaksanakan, terutama terkait pengamanan jaringan listrik dan proses perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Menurut M. Solidin, kerja sama yang baik antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, dan pihak PLN menjadi kunci utama dalam menangani situasi darurat secara cepat dan efektif.

“Kami bersyukur karena seluruh pihak dapat bergerak cepat. Warga juga sangat kooperatif dalam membantu pengamanan lokasi. Dengan sinergi seperti ini, berbagai potensi risiko dapat diminimalkan sehingga situasi tetap terkendali,” katanya.

Hingga beberapa waktu setelah kejadian, situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. Tim teknis PLN telah tiba di lokasi untuk melakukan proses evakuasi jaringan serta menyiapkan langkah-langkah perbaikan terhadap tiang listrik yang roboh.

Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jaringan guna memastikan tidak ada risiko tambahan yang dapat membahayakan masyarakat. Setelah seluruh aspek keselamatan dipastikan terpenuhi, proses perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap hingga pasokan listrik kembali normal.

Masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga layanan kelistrikan kembali beroperasi secara optimal. Keberadaan listrik menjadi kebutuhan penting bagi aktivitas rumah tangga, usaha kecil, hingga kegiatan belajar masyarakat.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan infrastruktur publik yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Respons cepat dari pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat terbukti mampu meminimalkan dampak yang mungkin timbul akibat kondisi darurat.

Di sisi lain, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu pelayanan publik. Kecepatan dalam menerima informasi, mengambil keputusan, dan melakukan tindakan lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, perusahaan penyedia layanan publik, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat. Dengan demikian, setiap permasalahan yang muncul dapat ditangani secara cepat, tepat, dan efektif demi menjaga kenyamanan serta keselamatan masyarakat.

Berkat kesigapan Camat Pseksu, perangkat desa, warga Desa Lubuk Atung, dan dukungan pihak PLN, kondisi pasca robohnya tiang listrik berhasil dikendalikan dengan baik. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah kehidupan bermasyarakat. (agusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *