Palembang, bidiksumsel.com – Momentum Hari Ibu ke-97 tahun 2025 menjadi lebih bermakna bagi sebagian perempuan di Kota Palembang. Bukan hanya seremoni, DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Palembang menjadikannya sebagai ruang nyata pemberdayaan dengan memberikan bantuan modal usaha dan paket sembako kepada perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.
Sebanyak 10 ibu penerima manfaat, mayoritas berstatus single parent, menerima bantuan tersebut dalam sebuah acara bertema “Perempuan Berdaya, Perempuan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045” yang digelar di Hotel The 101, Jalan Rajawali, Palembang, Sabtu (6/12/2025).
Acara ini tidak hanya menyentuh sisi sosial, tetapi juga memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai peran perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palembang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, dengan dipandu moderator Dr. Conie Pania Puteri, SH.
Ketua DPD IWAPI Sumsel, Ir. Romiana Hidayati, dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan memiliki peran sangat strategis dalam menjaga stabilitas keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.
“Peran perempuan dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga sangat berpengaruh. Melalui pertemuan ini, kita belajar bagaimana Ibu-ibu di rumah dapat mempertahankan ekonomi keluarga dengan berbagai cara,” ujar Romiana.
Ia didampingi Ketua DPC IWAPI Kota Palembang, Ir. Hj. Putri Kesuma, dan jajaran pengurus organisasi perempuan lainnya.
Ada Bantuan, Ada Harapan Baru
Menurut Putri Kesuma, pemberian modal ini bukan sekadar bantuan konsumtif, namun stimulus agar penerima dapat mulai berusaha dan memiliki income secara mandiri.
“Kami berikan bantuan modal usaha dan sembako dengan harapan dapat meringankan beban mereka. Meski nilainya belum besar, setidaknya ini menjadi awal untuk bertahan dan bergerak,” ujarnya.
Tak sedikit peserta yang tampak haru karena perhatian tersebut datang pada waktu yang tepat. Banyak dari ibu penerima manfaat sebelumnya hanya mengandalkan pekerjaan serabutan atau bantuan tetangga untuk menghidupi anak-anak mereka.
Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palembang, Ir. Dewi Isnaini, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi yang sejalan dengan misi pemberdayaan perempuan di daerah.
“Keluarga itu kuncinya ada pada Ibu. Dengan kegiatan seperti ini, perempuan bisa belajar, berjejaring, dan memahami bagaimana bertahan, baik dari sisi ekonomi maupun mental,” jelasnya.
Ia menambahkan, semakin banyak organisasi perempuan yang terlibat dalam penguatan ekonomi keluarga, semakin kuat pula ketahanan masyarakat dan pembangunan daerah.
Bagi IWAPI, langkah ini bukan program seremonial, melainkan keberlanjutan menuju visi besar Indonesia Emas 2045, di mana perempuan tidak hanya menjadi pengelola rumah tangga, tetapi aktor aktif dalam pembangunan ekonomi nasional.
Melalui dukungan modal usaha, pelatihan, dan wadah jejaring bisnis, perempuan diharapkan mampu berdiri lebih tegar, mandiri, dan berdaya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, namun bagi para penerima bantuan, hari itu bukan sekadar perayaan. Hari itu adalah titik mulai untuk kembali bangkit. (np)












