Prabumulih, bidiksumsel.com – Senyum merekah, air mata menetes, dan pelukan hangat mewarnai hari yang penuh makna di berbagai sekolah dasar di Kota Prabumulih. Kamis pagi, 17 Juli 2025, menjadi momentum istimewa ketika Pemerintah Kota Prabumulih membagikan bantuan seragam sekolah gratis kepada para siswa. Bukan hanya kain yang diberikan, tetapi juga harapan, kepercayaan diri, dan semangat baru yang tumbuh dari sebuah perhatian tulus terhadap dunia pendidikan.
Di SDN 1 Prabumulih, suasana berbeda terasa sejak pagi. Siswa-siswi datang dengan wajah penasaran, sebagian masih ditemani orang tuanya. Tak lama kemudian, kardus-kardus berisi seragam baru mulai dibuka dan dibagikan. Tangis haru tak terbendung dari beberapa wali murid saat melihat anak-anak mereka mencoba seragam baru itu.
Salah satunya, Yuliani seorang ibu dari keluarga sederhana tak kuasa menahan air matanya. Ia memeluk putrinya erat sambil berkata, “Alhamdulillah… ini sangat membantu. Terima kasih banyak untuk pemerintah kota.”
Seragam yang dibagikan memiliki kualitas yang jauh dari kesan asal-asalan. Bahannya adem, jahitannya rapi, dan ukurannya sesuai dengan kebutuhan siswa. Pemerintah benar-benar memperhatikan kualitas agar anak-anak merasa nyaman dan percaya diri saat mengenakannya.
Kepala Sekolah SDN 1 Prabumulih, Suryati, juga turut mengapresiasi program ini. Menurutnya, bantuan seragam bukan hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memiliki efek psikologis positif bagi anak-anak. “Ketika anak-anak memakai seragam baru, mereka lebih bersemangat, lebih percaya diri. Dan itu sangat penting dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar program sosial, pembagian seragam gratis ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Kota Prabumulih di bawah kepemimpinan Walikota Ir. H. Ridho Yahya yang akrab disapa Cak Arlan. Dalam sambutannya saat penyerahan simbolis bantuan, ia menyampaikan pesan yang menyentuh hati.
“Tidak boleh ada anak di Prabumulih yang tidak sekolah hanya karena tidak punya seragam. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami, pemerintah, untuk menjamin akses pendidikan bagi semua,” ujar Cak Arlan tegas namun penuh empati.
Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok dan berbagai tekanan ekonomi, program ini jelas menjadi angin segar bagi banyak keluarga. Terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang seringkali harus memilih antara biaya pendidikan atau kebutuhan harian.
Bagi Dhila, siswi kelas 1 SD yang polos dan penuh semangat, hari itu menjadi sangat istimewa. Dengan riang ia memperlihatkan seragam barunya kepada teman dan guru, lalu berkata, “Aku senang sekali, seragamnya bagus. Aku jadi makin semangat sekolah!”
Itulah esensi dari program ini bukan sekadar menyumbang pakaian, tetapi membangkitkan semangat dan membentuk masa depan. Pemerintah Kota Prabumulih berhasil menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak harus selalu dalam bentuk infrastruktur besar. Sentuhan kecil yang tepat sasaran, seperti seragam baru, bisa memberi dampak besar.
Semangat gotong royong dan kepedulian inilah yang membuat wajah pendidikan di Prabumulih tampak cerah. Bukan hanya karena bantuan itu sendiri, tapi karena ada harapan, ada perhatian, dan ada aksi nyata dari pemimpin daerah yang tahu di mana persoalan masyarakat berada.
Program seragam gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak siswa di seluruh wilayah Prabumulih. Karena seperti yang diyakini oleh para guru, wali murid, dan tentu saja para siswa : pendidikan yang baik dimulai dari rasa percaya diri dan dorongan semangat untuk terus belajar dan seragam yang layak adalah salah satu pijakan awalnya. (tinus)












