Home Berita Pemprov Wisma Atlet Jakabaring dan Asrama Haji Siapkan Ruang Isolasi Pengananan Virus Corona

Wisma Atlet Jakabaring dan Asrama Haji Siapkan Ruang Isolasi Pengananan Virus Corona

PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan menyiapkan Wisma Atlet Jakabaring dan Asrama Haji Palembang sebagai ruang isolasi pengananan virus corona atau Covid-19.

Herman mengatakan, sejauh ini mereka telah menyiapkan dua rumah sakit second line untuk penanganan virus corona. Kedua rumah sakit tersebut adalah RS Siti Fatimah dan RS Ernaldi Bahar Palembang.

Namun, apabila nantinya kedua rumah sakit tidak cukup untuk menangani pasien, maka wisma atlet dan asrama haji akan digunakan. “Kalau tidak cukup kita siapkan wisma atlet dan asrama haji,” kata Herman saat menggelar konfrensi pers di Palembang, Senin (23/3/2020).

Sementara itu, Direktur Marketing PT Jakabaring Sport City (JSC) Bambang Supriyanto mengatakan, jika memang dibutuhkan untuk ruang isolasi, mereka telah siap.

Sebab, seluruh fasilitas di Wisma Atlet Jakabaring sudah sangat lengkap sebagai sarana ruang isolasi. “Kalau memang ada konfirmasi Pak Gubernur kami siap, karena memang ada beberapa tower juga yang belum terpakai,” kata Bambang saat dihubungi.

Menurut Bambang, Wisma Atlet Jakabaring memiliki 340 kamar, di mana dalam satu kamar memiliki tiga tempat tidur. Wisma Atlet Jakabaring diperkirakan dapat menampung sekitar 1.000 orang. “Wisma atlet itu yang kita pakai waktu Asian Games kemarin,” ujar Bambang.

Sejak virus corona mewabah di Indonesia, kawasan pintu masuk Jakabaring juga dilakukan penjagaan ketat. Setiap pengunjung akan diperiksa suhu tubuhnya untuk mengantispasi penyebaran virus tersebut.

Bahkan, setiap hari seluruh venue yang ada di dalam kawasan Jakabaring Sport City disemprot cairan disinfektan. “Petugas operasional di venue juga dilengkapi sarung tangan, masker dan hand sanitizer, termasuk di area wisma atlet juga dilakukan penyemprotan dengan disinfektan,” kata Bambang.

Hal serupa juga dikatakan Sekretaris Perusahaan PT Jakabaring Sport City Mirza. Mereka akan mendukung penuh Pemerintah Provinsi Sumsel jika membutuhkan wisma atlet sebagai tempat isolasi. “Kita harus tanggap dan satu komando. Kapanpun dibutuhkan kami siap,” kata Mirza melalui pesan singkat.

Diberitakan sebelumnya, dua pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSMH Palembang meninggal dunia. Kedua PDP tersebut yakni seorang tenaga medis berjenis kelamin laki-laki berusia 53 tahun yan merupakan warga Prabumulih. Kemudian, laki-laki berusia 54 tahun yang merupakan warga Palembang. (nim)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here