Home Palembang Terkesan Ditutupi, Boni : Dugaan Korupsi Kredit Macet BSB Bakal Ungkap Mega...

Terkesan Ditutupi, Boni : Dugaan Korupsi Kredit Macet BSB Bakal Ungkap Mega Korupsi

fhoto : Koordinator MAKI Palembang, Boni Balitong (baju hitam) bersama MAKI Pusat, Boyamin Saiman/dokumentasi pribadi boni balitong

Palembang, bidiksumsel.com – Penyidikan lanjutan dugaan kasus korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel Babel (BSB) tahun 2014 dengan terpidana Komisaris PT GI “Agustinus Judianto” oleh penyidik Kejati Sumsel bakal dapat mengungkap dugaan pidana kredit lainnya.

Koordinator MAKI Palembang, Boni Balitong menilai pengungkapan dugaan pidana kredit lainnya bakal mengungkap mega korupsi yang selama ini terkesan ditutupi.

“Kredit di bank daerah biasanya dikucurkan kepada perusahaan swasta dengan menilai asset yang di agunkan untuk pembiayaan proyek yang akan dikerjakan. Namun terkadang underlying dalam pemberian kridit tidak berdasarkan nilai agunan atau kata lain tidak mencover pagu kridit,” paparnya. Jumat, (09/07/2021)

Tambahnya, atau kridit berdasarkan kepercayaan saja yang patut diduga perbuatan pidana perbankan dengan cara menaikan nilai agunan yang dijaminkan hingga pihak bank dapat memberikan bantuan dana kredit yang sebesar-besarnya.

“Menumpuknya kridit macet di bank BUMD mengindikasikan dugaan permainan pada proses underlying dengan agunan yang tidak mencover pagu kridit. Akibatnya Bank selalu merugi,” jelasnya.

“Makanya dengan adanya penyidikan dugaan kasus korupsi Kredit Modal Kerja atau KMK Bank Sumsel Babel terkait kredit macet PT GI akan mengungkap dugaan pidana kredit lainnya yang selama ini terkesan ditutupi,” tambahnya.

Ungkapnya, dikarenakan penyidikan dugaan kasus korupsi Kredit Modal Kerja Bank Sumsel Babel tersebut merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya, dimana terpidananya merupakan pihak dari perusahaan swasta maka pada penyidikan yang dilakukan saat ini kejaksaan tentunya akan mencari tersangka dari pihak bank.

“Dalam pengungkapan dugaan kasus tersebut pihak bank dapat dikenakan pidana terkait prinsip kehati-hatian, karena memberikan kredit dengan tidak hati-hati termasuk adanya keteledoran dari pihak management di Bank Sumsel Babel tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, Untuk itulah dalam proses penyidikan pastinya Kejati Sumsel memeriksa saksi dari pihak Bank Sumsel Babel yang memberikan kelayakan kredit dengan dugaan underlying yang tidak mencover pagu kredit.

“Uang Bank Sumsel Babel itu uang milik masyarakat Sumsel, bukan milik swasta. sebab itulah dalam perkara ini, pihak bank bisa kena pidana korupsi dan perbankan,” tandasnya.

PT MA yang berdomisili di Pangkal Pinang diduga punya kredit macet Rp. 145,7 milyar belum diusut hingga saat ini. Kemudian PT TM dimana infonya sudah pailit diduga punya kredit macet di Bank Sumsel Babel puluhan milyar.

“Selanjutnya PT KP dan PT SPA diduga kredit macet ratusan milyar juga belum di ungkap namun belum juga di ungkap,” kataya.

Atas hal tersebut, dirinya merasa miris dan memilukan karena BSB merupakan Bank Daerah dengan saham dari Pemerintah daerah bersumber dari APBD yang harusnya dapat meningkatkan PAD malah jadi alat bancakan (hidangan yang disediakan dalam selamatan). (fk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here