Home Nasional Terkait Revisi UU Jalan, ESP Pinta Ada Sinkronisasi Program Antara Pusat Hingga...

Terkait Revisi UU Jalan, ESP Pinta Ada Sinkronisasi Program Antara Pusat Hingga Daerah

Tangkapan layar Anggota DPR RI, Ir.H.Eddy Santana Putra,MT saat RDPU bersama pakar Mengenai RUU revisi atas UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan di ruang rapat DPR RI/ce

Jakarta, bidiksumsel.com – Saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Pakar Mengenai RUU revisi atas UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan di ruang rapat DPR RI. Senin, (14/06/2021).

Anggota DPR RI Fraksi gerindra Ir. H. Eddy Santana Putra,MT (ESP) meminta agar ada sinkronisasi program antara pusat, provinsi dan daerah.

Menurutnya, sinkronisasi ini sangat dibutuhkan. Karena, ia menilai pemerintah pusat sulit sekali mengakomodir jalan-jalan penting didaerah tanpa melihat hierarki jalan.

“Jadi Revisi UU Jalan ini. Sering kita temui, kita tau itu jalan nasional, provinsi, Kabupaten/kota, bahkan ada jalan desa. Nah maksudnya, anggaran pemerintah pusat tidak terbata-bata, inikan untuk rakyat semua, untuk kesejahteraan rakyat, jadi bisa masuk (APBN) tanpa diskresi,” tegasnya.

“Kita usulkan pak, ini perlu untuk jalannya ke aset wisata, atau ke industrinya. malah dijawab, owh itu jalan kabupaten, itu bukan tanggung jawab kami. jadi saya minta tidak ada lagi yang seperti itu, jangan ada lagi jawaban seperti itu kalau ada perubahan yang pasti di revisi UU jalan ini,” tambahnya berkisah.

Meski ia meminta disinkronkan, tak lantas semua jalan didaerah akan diakomodir oleh APBN. “Ini atas usulan dari daerah yang pintanya seperti itu, jadi tanpa melihat hierarki jalan, dan status jalan, APBN itu bisa masuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, mengingat sebelumnya disampaikan daerah kurang anggaran, dan pemerintah pusat pun juga terbatas anggaran. “Kalau suatu program atau rencana ini ada sinkronisasi yang baik antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota. saya kira akan lebih bagus nanti, hasilnya lebih bagus,” ujarnya meyakini.

Ia meneruskan, ia juga meminta agar dicantumkan keberanian dari pemagku kepentingan atau yang mempunyai kepentingan pembangunan jalan, seperti Menteri, Gubernur, Bupati /Walikota mencantumkan umur rencana jalan sebagaimana mestinya.

“Kalau perbaikan umurnya 10 tahun gitu. Karena kebiasaan baru 1 bulan udah rusak gitu jalan ini, dan kita bisa tau kenapa. Panjang urusannya pak, mulai dari proses tender yang ga benar. ya kalau kita estimasikan owner estimid prize gitu harga perkiraan sendiri,” urainya.

“Misal harganya 100 Miliar, ditawar 60 miliar dan diberikan menang. ya gimana? pasti mengorbankan kuantiti dan kualiti itu, korbankan kuantiti itu akan pasti mengorbankan kualiti. Misal tebal 20 centi, tapi dilaksanakan 15 centi, itu udah lain kuantitasnya dan bahkan kualitasnya ini 2 kali berkurangnya pak,” kritiknya.

“Kalau kita mintakan K300, dibangun K225 itu gimana jadinya gitu, dua kali rusak pak. Jadi kondisinya sekarang jadi seperti itu, nah kita harus mengakomodir UU ini. pengawasannya harus ketat, dimasukkan di UU ini, termasuk juga para pemilik ANP gitu, para pemilik redimix, sekarang ga ada yang ngawasin, owh minta aspal sekian, ANP itu ga ada yang ngawasin pak,” katanya.

Ia melanjutkan, pengawas lapangan maupun yang berkepentingan harusnya mengawasi. mulai dari hulu sampai hilir banyak yang tidak melakukan itu. “Saya menemukan pak. redimix misalnya, dia bilang owh iya kita K225. Kapan? padahal pakai air rawa, saya temukan itu, begitu kita control perkama air rawa itu, itu bagus pak, masuk K225,” paparnya.

“Tapi begitu masuk 1 bulan lebih, hancur betonnya karena air asam (air rawa). Kalau 1 hari bagus dia kalau kita cek. Jadi hal-hal seperti itu jangan sampai gitu,” ulasnya.

Terakhir, tak lupa ia berharap agar marwah dari UU Jalan dapat mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

“Rakyat Indonesia ada dimana-mana, mulai dari pusat Jakarta sampai ke desa-desa. Nah itu harus di akomodir bagaimana selanjutnya dengan UU ini semua bisa masuk disitu, tentunya dengan keterbatasan-keterbatasan.” Pungkasnya. (ce)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here