Home Sumsel Muara Enim Sungai Kiahan Diduga Tercemar Eksploitasi Tambang Batu Bara PTBA

Sungai Kiahan Diduga Tercemar Eksploitasi Tambang Batu Bara PTBA

TANJUNG ENIM – Sungai Kiahan Tanjung Enim diduga tercemar akibat kegiatan ekploitasi Tambang Batu Bara milik PTBA. Lokasi area penambangan Banko Barat Tanjung Enim Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim, paling parah mengalami pencemaran.

Pasalnya, air Sungai Kiahan berubah warna menjadi hitam bercampur lumpur. Layaknya limbah B3 akibat kegiatan ekploitasi tambang batu bara ” ujar salah satu warga Tegal Rejo yang enggan disebutkan namanya saat dibincangi awak media, Senin (08/03/21) lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, aliran Sungai Kiahan mengalir dari hulu yang melintas didalam kawasan tambang Banko Barat milik PT Bukit Asam. “Ada kemungkinan air sungai menjadi hitam dan berlumpur dari tambang tersebut,” pungkasnya.

Terpisah , Teguh Priyono selaku Kades Tegal Rejo melalui Satria, Kaur Pemerintahan Desa Tegal Rejo membenarkan telah melihat langsung kondisi sungai.

“Memang benar kita telah melihat kondisi Sungai Kiahan dan memang warna airnya menghitam dan berlumpur. Tapi kita belum bisa dipastikan bahwa itu limbah berasal dari tambang batu bara atau apa,”ujar Satria.

Dirasa perlu untuk membuktikan kebenaran informasi dari nara sumber. Maka tim melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai.

Dan benar adanya didepan lokasi eks kandang ayam RT 14 Desa Tegal Rejo. didapatkan sebuah parit yang arahnya berasal dari tambang banko barat dan bermuara ke sungai Kiahan.

Dari pantauan tim, Selasa 09/03/21 sekitar pukul 17.30 wib, aliran air parit tersebut berwarna hitam dan bercampur lumpur menuju ke sungai kiahan. Terlihat jelas perbedaan warna air antara air yang berasal dari parit  berasal dari Tambang Banko dengan air berasal dari hulu sungai.

Iko Gusman selaku Manager Humas komunikasi dan adm korporat PTBA saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/03/21) mengatakan belum bisa klarifikasi. ” Kami minta waktu sampai besok. Hal ini akan kita tanyakan dulu ke Satker yang bersangkutan,” ujarnya singkat.

Setelah keesokan harinya, Kamis (11/03/21) inilah jawaban Iko Gusman melalui pesan What’s app.

Kondisi air Sungai Kiahan, Selasa 9 Maret 2021  tergerusnya bagian saluran akibat debit air yang besar akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Malam Senin (Minggu Malam), 7 Maret 2021.

Pada Senin 8 Maret 2021 langsung dilakukan perbaikan untuk menanggulanginya. “Alhamdulillah saat ini kondisi sudah kembali normal dan air di sungai Kiahan juga sudah jernih,” ujarnya. (ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here