Home Palembang Ratusan Massa BPI KPNPA RI Gruduk Kantor Gubernur

Ratusan Massa BPI KPNPA RI Gruduk Kantor Gubernur

fhoto : bidiksumsel.com/dkd

Oknum KN Di Duga Menyalah Gunakan Wewenang Jabatan

Palembang, bidiksumsel.com – Oknum berinisal KN selaku Kepala Kesbagpol Sumatera Selatan di duga menyalah gunakan wewenang jabatan.

Tudingan itu datang dari ratusan massa yang menggruduk kantor Gubernur Sumsel untuk menyampaikan aksi. Rabu, (22/09/2021).

Perhatian khusus ini di berikan oleh ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Badan Penelitian Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kota Palembang.

“Kami meminta Gubernur Sumsel melakukan evaluasi atas kinerja oknum tersebut, dan kami juga meminta pihak inspektorat untuk periksa oknum yang berinsial KN yang diduga sering melakukan pemotongan dana di setiap bidang dan perjalanan dinas,” ungkap Feriyandi selaku Koordinasi Aksi di dampingi Karankan yang mewakili koordinator lapangan.

Selain itu, Feri juga meminta usut tuntas atas dugaan adanya pengalihan anggaran di setiap bidang pada saat pandemi covid 19 untuk pembelian satu unit mobil dinas. pihaknya menduga telah mengkangkangi peraturan Gubernur.

“Apa yang di lakukan oknum tersebut sudah merusak dan tidak mengindahkan visi dan misi dari Gubernur Sumsel yakni Maju untuk Semua,” ucapnya.

Pihaknya menegaskan, jika aksi tersebut tidak ada tanggapan, maka akan dilakukan aksi lanjutan ke kejaksaan tinggi Sumsel, bahkan akan di lanjutkan ke Kejaksaan Agung.

“Rencana kami minggu depan akan melakukan aksi lanjutan ke Kejati Sumsel,” tegasnya.

Sementara, Gubenur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menerima langsung aksi tersebut dan bersyukur atas informasi yang disampaikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas informasi yang seharusnya saya terima dari Kesbangpol, itu sendiri kalau ada masalah. Namun saya nerima nya justru dari orang lain,” ujarnya.

HD pun berjanji akan menindak lanjuti dengan tetap menggunakan azas praduga tak bersalah. “Kita lihat dulu perkembangannya, jika dia melanggar undang undang ASN, tentu ada sangsi,” tutupnya. (dkd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here